Categories: BERITAPERISTIWA

Pantauan Hotspot Daerah Rawan Karhutla Menurun Drastis

MONITOR, Jakarta – Pantauan hotspot kembali menurun drastis, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, pada provinsi-provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA, tahun 2017 tercatat pada bulan Juli 558 titik, Agustus 551 titik, September 661 titik, Oktober 199 titik, sementara bulan November hingga hari ini hanya 31 titik. Begitupun dari pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80%, tahun 2017 tercatat pada bulan Juli 74 titik, Agustus 553 titik, September 793 titik, Oktober 509 titik. Sementara bulan November hingga hari ini hanya 126 titik.

Menengok trend hotspot tahun 2017, jumlah tinggi nampak pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, dengan puncaknya di bulan September.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan kondisi cuaca yang cukup kering sehingga rentan terjadi karhutla, khususnya pada area-area gambut seperti yang ada di provinsi-provinsi rawan.

“Oleh karena itu, peningkatan intensitas upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dioptimalkan pada bulan-bulan kering tersebut. Ini dilakukan agar tidak terjadi kebakaran yang besar dan luas, apalagi sampai berdampak pada munculnya bencana asap,” kata Rafles dalam siaran pers, Selasa (21/11).

Raffles juga menambahkan, provinsi-provinsi rawan ini menjadi prioritas untuk dilakukan upaya pengendalian karhutla, seperti Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla, sosialisasi dan kampanye, pengaktifan posko-posko siaga karhutla di daerah, dan pemadaman dini. "Peningkatan koordinasi antar instansi serta peran serta masyarakat menjadi kunci penting dalam pengendalian karhutla. Selain delapan daerah rawan tersebut, wilayah-wilayah lain juga tidak luput dari dari perhatian. Seperti wilayah Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua yang juga berpotensi timbulnya karhutla", tuturnya.

Sementara itu, dari pantauan Posko Dalkarhutla KLHK, hotspot tanggal 20 November 2017 per tanggal 20.00 WIB, baik berdasarkan satelit NOAA maupun TERRA AQUA (NASA) confidence level 80% tidak menunjukan adanya hotspot di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 20 November 2017, terdapat 2.550 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.780 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.230 hotspot atau sebesar 32,53%. Jika dibandingkan dengan tahun 2015, terjadi penurunan sebanyak 19.165 titik atau 88,26% dimana pada tahun 2015 untuk periode yang sama terdapat 21.715 hotspot.

Penurunan sejumlah 1.433 titik (37,95%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, yang mencatat 2.343 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.776 hotspot. Pada tahun 2015, untuk periode yang sama terdapat 69.173 hotspot sehingga terdapat penurunan sebanyak 66.830 titik atau 96,61%.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

3 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

3 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

16 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

18 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

19 jam yang lalu