Categories: EKONOMIINDUSTRI

Statistik Kelapa Sawit, Pemerintah dan Rakyat Kalah Produktif dari Swasta

MONITOR, Jakarta – Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. 

Kelapa sawit juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas.

Namun demikian, data Badan Pusat Statistik mencatat perkebunan kelapa sawit Indonesia pada 2016 mengalami penurunan produksi dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu mencapai 0,15 persen atau sebesar 48,9 ribu ton.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan pula bahwa dari 2015 dan 2016 perkebunan milik swasta lebih produktif dibanding perkebunan rakyat maupun perkebunan pemerintah.

Meski memiliki skala luas lahan yang berbeda, tercatat dalam data dua tahun terakhir itu perbedaan produktivitasnya.

Menurut status pengusahaannya, sebagian besar perkebunan kelapa sawit pada tahun 2015 diusahakan oleh perkebunan besar swasta yaitu sebesar 5,98 juta hektar (53,79 %). sementara perkebunan rakyat mengusahakan 4,65 juta hektar (41,88 %) dan perkebunan besar negara hanya sebesar 0,73 juta hektar (6,78 %).

Adapun pada tahun 2016, perkebunan kelapa sawit yang diusahakan oleh perkebunan besar swasta diperkiraan sebesar 5,75 juta hektar (50,56 %). sementara perkebunan rakyat mengusahakan 4,65 juta hektar (40,91 %) dan perkebunan besar negara hanya mengusahakan 0,70 juta hektar (6,21 %).

Terkait produktivutasnya, pada tahun 2015 sebesar 58,56 persen atau  atau 18,19 juta ton produksi minyak sawit (CPO) berasal dari perkebunan besar swasta. Sedangkan 33,88 persen atau 10,52 juta tonnya dari perkebunan rakyat dan 7,55 persen atau 2,34 juta ton lainnya berasal dari perkebunan besar negara.

Untuk produktivitas pada tahun 2016 diperkiraan sebesar 18,26 juta ton CPO (58,88 %) berasal dari perkebunan swasta. Sedangkan 10,86 juta ton (35,02 %) dari perkebunan rakyat dan 1,8 juta ton (6,08 %) berasal dari perkebunan besar negara.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

9 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

9 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

20 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

20 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

20 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu