MONITOR, Jakarta – Rasio menabung di kalangan masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil riset Financial Wisdom, tingkat rasio menabung masyarakat Indonesia hanya sebesar 31 persen. Sementara dibandingkan negara lainnya, Singapura dan China memiliki rasio sebesar 49 persen, lalu Filipina sebesar 46 persen.
Begitupun bicara soal investasi dan reksadana. Di Indonesia, rasio investor saham dan reksadana terbilang masih rendah. Data riset menyebutkan, rasionya hanya sebesar 0,35 persen, sementara Malaysia 17 persen disusul Singapura 10 persen.
"Ini kontras sekali. Kalau melihat, perilaku konsumtif masyarakat Indonesia ini mencapai 28 persen. Mereka mengalami deficit cashflow," ujar Praktisi Keuangan dan Investasi Eko Pratomo kepada Monitor.
Eko menilai, fenomena ini terjadi karena tingkat literasi finansial masyarakat Indonesia sangat minim. Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sebesar 29,7 persen.
Angka ini menurut Eko jauh dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Literasi keuangan masyarakat Malaysia bisa mencapai 81 persen, sementara Singapura berada mencapai 98 persen.
"Berdasarkan riset, literasi keuangan yang rendah dapat memicu krisis ekonomi di suatu negara," tegas Pengagas Gerakan Indonesia Cerdas Finansial ini.
Maka Eko menekankan, pemahaman literasi keuangan di lapisan masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan. Sebab, literasi keuangan bisa mendorong peningkatan keuangan inklusif suatu negara.
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…