Categories: OLAHRAGA

Keputusan Komdis PSSI Dekatkan Bhayangkara FC kepada Gelar Juara Liga 1

MONITOR, Jakarta – Drama terjadi di detik-detik akhir kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2017 yang menyisakan tiga klub calon jawara. Bali United, Bhayangkara FC dan Madurai United. Nah, khusus Bhayangkara FC, mereka mendapat 'anugerah' langsung melesat ke puncak klasemen sementara Liga 1 2017, setelah dimenangkan Komdis PSSI atas pertandingan melawan Mitra Kukar. Laga yang seharusnya berakhir dengan skor 1-1 pada pekan ke-33 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat 3 November 2017, berubah kemenangan untuk Bhayangkara FC dengan skor 3-0.

Dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, Komdis PSSI menganggap Mitra Kukar telah menurunkan pemain tidak sah atas nama Mohamed Sissoko yang pada 28 Oktober 2017 dihukum Komdis PSSI dengan 2 kali larangan bermain dan denda Rp 10 juta. Marquee player Mitra Kukar itu didakwa menginjak pemain lawan dalam pertandingan melawan Borneo FC pada 23 Oktober 2017.

Tapi Mitra Kukar tetap menurunkan Mohamed Sissoko dalam pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC. Mitra Kukar berdalih tidak menerima salinan keputusan Komdis terkait Sissoko sampai pertandingan selesai. Pertandngan itu sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1.

Dengan tambahan 3 poin ini berarti sekarang Bhayangkara FC mengoleksi 65 poin. Sama dengan milik Bali United. Tapi Bhayangkara berhak naik ke puncak klasemen karena unggul head to head.

Usai menerima keputusan sanksi dari Komdis PSSI, Mitra Kukar merespons cepat. Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto menuturkan jika pagi ini pihaknya akan bertemu dengan Ketua Umum Mitra Kukar, Endri Erawan guna membahas langkah yang akan diputuskan terkait sanksi yang diterima “Naga Mekes”.

“Ini saya sedang dalam perjalanan menuju tempat pertemuan dengan ketua umum. Kami akan membahas apa yang akan menjadi keputusan manajemen terkait sanksi yang baru saja di vonis Komdis,” ungkap Suwanto dikutip dari TopSkor.id, Rabu (8/11/2017).

Suwanto menuturkan pihaknya akan berhitung lebih dulu dengan beragam pertimbangan yang ada. Dia mengaku tak habis pikir dengan keputusan yang diambil pada sidang Komdis itu.

Pasalnya, lanjut Suwanto pada sidang Selasa 7 November 2017, pihaknya mengaku tidak dipanggil untuk dimintai keterangan sebelum mengambil keputusan.

Recent Posts

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…

3 jam yang lalu

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

5 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

5 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

1 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu