MONITOR, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan melemah, hari ini (24/10), melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. Sentimen mengenai tertekannya dollar AS akibat keputusan reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) masih terasa sehingga berdapak pada mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, kemarin mengatakan Senat Amerika Serikat yang menyetujui kebijakan pemangkasan pajak mendorong dollar AS terapresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.
“Kebijakan pajak yang disetujui itu dipercaya dapat menjadi pendorong ekonomi AS, ekspektasi itu membuat permintaan terhadap aset-aset berdenominasi dollar AS meningkat,” katanya seperti dikutip Koran Jakarta, Selasa (24/10).
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (23/10) sore, melemah 14 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.523 rupiah per dollar AS. Namun, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan penguatan dollar AS relatif masih terbatas menyusul harga minyak mentah dunia yang bergerak menguat.
“Mata uang berbasis komoditas masih terjaga di tengah harga minyak mentah dunia yang menguat,” katanya.
MONITOR, Bengkayang — Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalimantan Barat bersama Polres Bengkayang…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyampaikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengambil sumpah/janji dan melantik 976 Aparatur Sipil…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat pendampingan kepada jemaah menjelang fase…
MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih, sebuah lembaga thin tank di bidang ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,…