MONITOR, Xiamen – Prestasi mengejutkan kembali dipersembahkan tim Panjat Tebing Indonesia. Ya, dua atlit Indonesia bernama Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu berhasil membawa dua medali perak dalam kompetisi panjat tebing dunia, Climbing World Cup.
Terkait hal itu, Kabid Pembinaan Prestasi PP FPTI Caly Setiawan menyatakan, Timnas sebetulnya tidak menargetkan satu medali pun dalam pertandingan kali ini.
"Pertandingan berkelas dunia ini dijadikan ajang untuk melatih mental dan psikis para atlet," ujar Caly Setiawan, Senin (16/10).
Namun fenomena sebaliknya justru diperlihatkan para atlet Pelatnas. Mereka bahkan dua kali menunjukkan prestasi mengejutkan.
"Lihatlah di level dunia kita bisa nomor dua. Tidak ada wakil Asia yang lolos delapan besar selain Indonesia. Jadi kalo nomor speed tidak diakomodir di Asian Games 2018, yang rugi kita semua," tutur Caly.
Ia pun berharap, pemangku kepentingan Asian Games 2018 bisa melek dan memperjuangkan agar nomor andalan panjat tebing Indonesia tetap dipertandingkan.
Pekan kemarin saat Climbing World Cup di Wujiang, China, pada 7-8 Oktober, Indonesia berhasil juga berhasil mereaih medali perak dan perunggu. Saat ini tim masih berada di China dan sedang bersiap kembali ke Indonesia dengan wajah penuh kegembiraan.
SuwendiDosen UIN Jakarta, Sekretaris PP ISNU, dan Penulis Buku “Sejarah dan Kebijakan Pendidikan Islam Indonesia”…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa swasembada pangan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak tokoh masyarakat dan umat beragama untuk menyikapi…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meyakinkan General Administration of Customs of…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan…