MONITOR, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memyampaikan indikator likuiditas atau indikator kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya pada 2017.
Diakses dari laman resminya di Jakarta pada Rabu (4/10), LPS menyebutkan ringkasnya ada tiga indikator likuiditas sampai September 2017. Hal itu antara lain, kebijakan moneter global, Yield Sovereign Bonds (10 Tahun, Mata Uang Lokal), dan Kredit, DPK, serta Rasio LDR.
Pertama, Bank Central Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan policy rate-nya di level 0%. Bank sentral Zona Euro ini juga mempertahankan nilai program
pembelian asetnya di angka 60 miliar euro per bulan dengan jangka waktu hingga Desember 2017.
Kedua, Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2017 menurunkan BI 7-day reverse repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Merespons pelonggaran kebijakan moneter ini, bunga deposito pada bulan lalu kembali menurun.
Ketiga, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10,3% y/y pada Juni 2017, melambat dari 11,18% pada bulan sebelumnya. Di periode yang sama, pertumbuhan kredit turun dari 8,71% menjadi 7,75%. Dengan demikian, rasio kredit terhadap simpanan (LDR) perbankan pada Juni lalu mencapai 89,01%.
PARLEMENTARIA, Jakarta - Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus memperkuat sinergi dalam program…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam upaya…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR…
Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…