OPINI

Pengawasan Partisipatif Muda dalam Politik Elektoral

Oleh: Asep Rizal Murtadho*

Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat dalam mengawal proses sirkulasi kekuasaan – baik dalam ranah nasional maupun lokal. 

Karena itu, ilmuwan politik seperti Robert Dahl menekankan substansi partisipasi dalam proses kandidasi politik dalam memilih pemimpin. 

Secara faktual, para penyelenggara pemilu, terutama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selalu berusaha secara intensif dalam menciptakan tata kelola pemilu yang demokratis, sesuai asas dan prinsip pemilu. 

Kendati demikian, sebagai salah satu penyelenggara pemilu pada dasarnya tidak mudah bagi lembaga ini untuk menciptakan pemilu yang ideal, karena rasio penduduk atau pemilih dan geografis yang relatif tidak mudah diakselerasi secara sistemik, melainkan perlu diwujudkan secara gradual dan terarah. 

Akibatnya, hal inilah yang mengakibatkan aktivitas pengawas tidak secara holistik dilakukan pengawasan secara persuasif. Namun, biasanya – Badan Pengawas Pemilu memiliki struktur penyelenggara pemilu sampai ke aras tempat pemungutan suara saat proses elektoral bergulir. 

Meskipun sampai ke aras lokal, sudah barang tentu rasio sumber daya (resources) antara pengawas pemilu berbeda dengan petugas pelaksana seperti Komisi Pemilihan Umum yang memiliki personil relatif lebih banyak. Sehingga, menciptakan ketidakseimbangan dalam proses pengawasan politik.

Dengan demikian, untuk mengatasi problem tersebut, Bawaslu berupaya menghadirkan pilihan kebijakan melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) untuk meningkatkan kesadaran dan pengawasan kepemiluan.

Istilah yang disampaikan Baghi dalam studinya relevan, karena untuk mencapai tingkat keberhasilan membutuhkan mutual commitmen, mutual trust, dan mutual understanding. 

Dengan kata lain, Bawaslu dan masyarakat sipil perlu secara kolektif menjaga nilai-nilai demokratis melalui mekanisme politik yang efektif, salah satunya partisipasi secara aktif.

Karakteristik dan kultur politik antardaerah tentu berbeda, termasuk yang ada di Banten, terutama di Bumi Multatuli – stereotipe terhadap teritorial politik di Lebak. 

Letak geografis yang tidak mudah dijangkau tentu memerlukan kekuatan yang superior agar hak-hak publik bisa terjaga dengan baik di tengah dinamika demokrasi modern, terlebih dewasa ini kelompok muda memiliki positioning yang luhur terhadap ekosistem politik.

Pasalnya, pemilih muda relatif besar pada Pemilu 2024, dan pada palagan politik berikutnya juga akan menentukan proses elektoral. Oleh karena itu, keterlibatan kaum muda dalam pengawasan sangat substansial untuk mewujudkan tata kelola pemilu yang demokratis.

Saat ini, Bawaslu perlu memerhatikan iklim politik di masa yang akan, terlebih jika merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan pemisahan pemilu nasional dan lokal. 

Karena sudah tentu Bawaslu akan melakukan rekrutmen terhadap para penyelenggara pemilu. Dalam bahasa lain, merekrut secara reguler, dan secara implikasi politik ini akan mengakibatkan adaptasi secara politik, karena sumber daya yang berbeda setiap tahapan pemilu. Artinya, tidak sustainable. 

Kemudian, indeks kerawanan pemilu juga turut menjadi atensi dari Badan Pengawas Pemilu. Sebab, hal ini digunakan sebagai prasyarat agar pemilu bisa berjalan efektif.

Oleh karenanya, partisipasi aktif elemen sipil yang terbentuk dari P2P ini, yang kemudian menularkan literasi kepemiluan secara meluas merupakan buah dari komitmen kesadaran bersama.

*Penulis Adalah Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak

Recent Posts

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

13 jam yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

13 jam yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

14 jam yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

14 jam yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

15 jam yang lalu

STPK Matauli Perkuat Peran Kampus Maritim, Prof Rokhmin Usulkan Dua Prodi Baru untuk Dukung Ekonomi Biru

MONITOR, Tapanuli Tengah – Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli terus memperkuat posisinya sebagai…

17 jam yang lalu