MONITOR, Baghdad – Bank Sentral Irak memberhentikan pembatasan keuangan yang disangsikan kepada wilayah Kurdistan, hal itu dilakukan setelah menerima janji kerja sama dari bank-bank Kurdi.
Dilansir Reuters, seorang sumber mengatakan, Rabu (4/10) bahwa transfer dolar dan valuta asing telah diizinkan kecuali ke empat bank milik Kurdi.
Sebelumnya, pada Selasa Bank Sentral menginformasikan kepada Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) bahwa pihaknya akan berhenti menjual dolar ke empat Bank Kurdi dan menghentikan semua mata uang asing ke wilayah otonom tersebut.
Tindakan tersebut sebagai balasan atas sebuah referendum yang diadakan pada 25 September lalu, dimana wilayah tersebut memilih untuk merdeka.
MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…
MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…
MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…
MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…