Categories: NASIONALPOLITIK

Timsel Calon Ketua KPPU Dinilai Tidak Perlu

MONITOR, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mestinya berdiri sendiri atau independent,  tidak perlu membuang waktunya dengan hal-hal yang tidak perlu, seperti pendaftaran maupun membentuk Tim seleksi (Timsel) calon pimpinan KPPU.

Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat menyampaikan pendapatnya terkait Revisi Undang -undang Nomor 05 Tahun 1999 Tentang KPPU bersama Komisi VI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Terlebih menurut Refly, penetapan usulan calon pimpinan KPPU itu datang dari Presiden.

"Semua bikin timsel-timsel-an, ini yang bikin bingung. Saya termasuk alergi. Kenapa gak semuanya diserahkan ke presiden untuk mengkordinasikan ke orang-orang, tapi wujud check and balance bisa dari DPR," ujar Refly Harun kepada wartawan. Jakarta, Senin (2/10).

"Barangkali rekrutmennya cukup begitu saja (usulan Pimpinan KPPU dari Presiden), Nanti DPR juga bisa menolaknya atau gimana, Nanti Presiden bisa mencari orang-orang yang sangat kredibel," sambungnya.

Akan tetapi. Refly menilai terkait kekhawatiran sejumlah pihak jika nantinya Presiden memasang para pendukungnya menduduki jabatan penting tersebut, ia menilai masih ada harapan kepada DPR.

"Wah kalo begitu nanti presiden pasang orang-orangnya? Gak begitu juga. Kan ada syarat-syarat yang harus dilewati," jelasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama. Wakil Ketua Komisi VI, Azam Azman Natawijana berjanji tidak akan bermain mata dengan pemerintah terkait penetapan calon pimpinan KPPU.

Menurutnya siapapun yang akan menduduki posisi tersebut maka orang itu harus memenuhi syarat-syarat yang harus ditentukan dan mempunyai track recordnya di bidangnya.

"Nanti diusulkan oleh pemerintah dan yang memverifikasi dari komisi VI, (pokoknya) Syarat-syarat yang mau masuk tetap diperketat," tegasnya.

"Nanti kita juga lihat track record nya bagaimana, Kalo memang gak mumpuni ya kita kembalikan kepada pemerintah, kalo gak mumpuni semuanya ya kembalikan," tandas Politisi Demokrat itu. 

Recent Posts

Rusia, Victory Day, dan Mimpi Pax Russica

Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…

2 menit yang lalu

Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…

8 menit yang lalu

Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli bersama Dunia Usaha

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…

13 menit yang lalu

Ramai Polemik Guru Honorer Berakhir Pada 2026, Legislator Usul Solusi Penyelesaian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…

4 jam yang lalu

Legislator Minta Penanganan Polemik Nobar Film di Ternate Kedepankan Dialog

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…

5 jam yang lalu

Fahri Hamzah Sebut Tata Kelola Haji Era Prabowo Mulai Naik Kelas

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum…

7 jam yang lalu