MONITOR, Jakarta – Industri maintenance, Repair, Overhaul (MRO) pesawat terbang masih belum dilirik pemerintah Indonesia. Padahal, potensi perkembangannya USD 75 miliar per tahun dan tumbuh sebesar 4% per tahun.
"Permintaan pasar akan tranportasi udara yang aman dan dapat diandalkan telah mengembangkan industri MRO menjadi industri bernilai USD 75 miliar per tahun dan tumbuh sebesar 4% per tahun," ujar Pakar dan Praktisi Industri Aviasi, Gerry Soejatman, Jakarta, Senin (2/10).
Untuk di Asia Pasifik, sambung Gerry, selain Tiongkok, pasar MRO bernilai USD 13,3 miliar per tahun, sementara di Indonesia yang sudah mempunyai armada pesawat yang besar dengan buku pesanan pesawat yang sama besarnya, industri MRO hanya bernilai USD 1 per tahun.
Gerry menambahkan, nilai pasar MRO di Indonesia menunjukkan peluang yang sangat baik untuk tumbuh dengan perkiraan industri bisa mencapai 9,2% per tahun, dua kali lipat tingkat pertumbuhan global. Namun, masih sedikit sektor keuangan dan bisnis umum di Indonesia yang meliriknya.
"Tapi berapa banyak di sektor keuangan dan bisnis umum yang tahu atau bahkan mengerti industri ini?," ucapnya.
PARLEMENTARIA, Jakarta - Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus memperkuat sinergi dalam program…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam upaya…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR…
Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…