MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017 di Kompleks Monomen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta.
Banyak hal yang disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada upacara tersebut. Mulai dari soal polemik film G30S/PKI yang diakuinya sudah empat kali ditonton hingga soal Ideologi Pancasila dan Keutuhan NKRI.
Berbicara soal peristiwa G30S/PKI, Presiden menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum agar tidak mengulang sejarah kelam kekejaman PKI di Indonesia.
"Pegang teguh Pancasila, jaga kesatuan. Jangan beri ruang ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila. Apalagi memberi ruang terhadap PKI," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa bahwa posisi pemerintah sangat jelas, yakni memegang teguh TAP MPRS nomor 25 tahun 1966.
"Artinya komitmen kita, menurut saya, jelas karena di TAP MPRS nomor 25 tahun 1966 bahwa PKI itu dilarang. Jelas sekali. Tidak perlu diulang-ulang," katanya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum…
MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memperkuat transformasi…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelindungan…
MONITOR, Yogyakarta – Kesuksesan menguasai pasar manufaktur plafon PVC di Indonesia tidak membuat langkah Adit Setiawan…