Categories: EKONOMI

Pertamina Kampanyekan Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS

MONITOR, Jakarta –  Sebagai bentuk dukungan pada program Pertamina Mendunia Tanpa Narkoba dan Peduli HIV AIDS, manajemen Pertamina yang diwakili oleh Direktur Pemasaran, M. Iskandar,  Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Ardhy N.Mokobombang serta Direktur SDM Pertamina Dwi Wahyu Daryoto, menandatangani komitmen anti narkoba dan peduli HIV AIDS, di lantai M Kantoe Pusat Pertamina, Jakarta, pada Selasa, (26/9).
 
Acara yang diadakan oleh Fungsi Health & Medical Management Pertamina ini juga diisi dengan Eduitainment Bahaya Narkoba bagi insan Pertamina dan anak perusahaan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM Dwi Wahyu Daryoto menegaskan, narkoba serta bahaya HIV dan AIDS sudah menjadi darurat nasional sehingga Pertamina dengan gencarnya turut aktif mengampanyekan ‘Stop Narkoba’. Salah satu wujud nyata yang telah dilakukan Pertamina adalah dengan melakukan tes urine seluruh karyawan hingga jajaran direksi secara serentak di lingkungan Kantor Pusat Pertamina yang dilakukan baru-baru ini.
 
"Kampanye stop narkoba terus kita gaungkan untuk melakukan perbaikan di Pertamina. Jangan sampai kita hanya fokus pada diri kita sendiri. Kita harus kampanyekan juga kepada orang-orang sekitar, khususnya keluarga kita. karena sebagai orangtua jika salah satu anggota keluarga kita terkena narkoba pasti akan mengganggu produktivitas kerja kita,” tambah Dwi Daryoto.
 
Sementara edukasi tentang perang melawan narkoba disampaikan langsung oleh penyukuh yang juga staf ahli di Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi SpB,FICS, DFM sebagai peraih 16 Rekor Nasional MURI diantaranya sebagai ‘Penyuluhan dengan Variasi Atraksi Terbanyak’. Dalam edukasi tersebut, Victor mengemas dalam suasana yang menarik dan menghibur karena dimeriahkan dengan penyanyi, sulap, pantonim, dan suta anti narkoba 2017. Dengan demikian diharapkan edukasi inimudah dipahami serta menambah daya tarik dan keingintahuan lebih jauh untuk perang melawan Narkoba dan bahaya HIV & AIDS.
 
“Narkoba bukan saja penjara dan hukuman mati tapi juga dosa menurut agama dan badan kita hancur. Kalau kita menggunakan Narkoba maka efeknya juga akan merugikan orang lain juga dan karyawan yang pengguna narkobapun kinerjanya akab berkurang. Karena banyak efek sampingnya yaitu HIV dan AIDS. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegas Victor.

Recent Posts

Puteri Komarudin Dorong Penguatan Sinergi SMV Kementerian Keuangan

PARLEMENTARIA, Jakarta - Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus memperkuat sinergi dalam program…

1 hari yang lalu

Kemnaker–Kowani Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Keterampilan dan Akses Kerja Perempuan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam upaya…

2 hari yang lalu

Srikandi Jasa Marga Gelar Inspira Talks Bertema “Leading with HEART” Bersama Maudy Ayunda

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira…

2 hari yang lalu

Selaraskan Implementasi CSR dan ESG, Jasa Marga Borong Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR…

2 hari yang lalu

Pengawasan Partisipatif Muda dalam Politik Elektoral

Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…

2 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Tim Khusus Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…

2 hari yang lalu