Categories: NASIONALPOLITIK

Mardani Salahkan Polisi Ketika Gedung YLBHI Dikepung

MONITOR, Jakarta – Kericuhan yang terjadi saat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menggelar 'Asik-Asik Aksi' disayangkan sejumlah kalangan, seperti Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Mardani menyatakan, seharusnya aparat kepolisian bisa sigap dan mencegah terjadinya keributan di lokasi tersebut.

Pasalnya, ia menilai polisi telah mengantongi sejumlah informasi terkait penyelenggaraan kegiatan YLBHI itu. Ia pun menyalahkan pihak polisi karena melalaikan tugasnya.

"Yang pertama gini, apapun tidak boleh ada kekerasan. Pengepungan kemarin salah. Tetapi yang lebih salah ketika Polri tidak menindaklanjuti ada informasi keresahan masyarakat," ujar Mardani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/9).

Kendati demikian, Ketua tim pemenangan Anis-Sandi pada Pilkada DKI 2017 itu menyatakan, dirinya tidak setuju jika acara tersebut lebih menonjolkan sisi PKI sebagai korban. Untuk itu, Mardani meminta agar TAP MPRS nomor 25 dicabut.

"Seminar khusus yang mengungkap tragedi 1965 dalam perspektif kesejarahan yang jujur isinya agak tidak berimbang. Lebih banyak memberi porsi pada pendukung PKI. Sehingga masyarakat wajar merespon apalagi isu PKI sensitif," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, pengepungan terjadi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)/LBH Jakarta, Minggu (17/9) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari, diduga dilakukan secara sistematis.

Recent Posts

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Sebagai Pelayan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun…

4 jam yang lalu

Kasus Dokter di NTT, Komisi IX DPR: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi dari Intimidasi dan Didukung Kesehatan Jiwanya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka cita mendalam…

4 jam yang lalu

DPR Desak Pemerintah Konkretkan Formula Pembiayaan PPPK di Daerah Melalui APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan…

6 jam yang lalu

HUT Bhayangkara ke-80: Analis: Kepercayaan Publik Jadi Modal Kuat Polri Kawal Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…

14 jam yang lalu

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…

1 hari yang lalu

Menghidupkan Kembali ‘Roh’ Keikhlasan Guru di Tengah Badai Administrasi Digital

Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…

1 hari yang lalu