MONITOR, Jakarta – Usulan salah seorang anggota Pansus Angket KPK terkait pembekuan lembaga anti rasuah menuai pro dan kontra. Henry Yosodiningrat selaku penggagas wacana tersebut angkat bicara, terlebih partainya, PDIP, telah memberikan kritik terhadapnya.
Henry mengatakan wacana tersebut bukanlah sikap resmi PDIP, melainkan murni dari ide pikirannya. Ia menganggap wajar apabila dirinya menginginkan agar KPK menjadi lembaga yang bersih dan berwibawa.
"Itu pandangan saya pribadi. Sebagai aktivis yang ikut mendorong lahirnya KPK dan UU Tipikor, maka saya menginginkan KPK yang bersih KPK yang berwibawa bukan KPK yang kotor dengan pemerasan, penindasan dan sewenang-wenang," ujar Henry kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/9).
Terkait gagasannya membekukan KPK sementara waktu, Henry menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan, dirinya tidak ada niat memihak para koruptor, melainkan ingin agar KPK sejalan beriringan dengan semangat reformasi.
Diketahui sebelumnya, anggota Pansus Hak Angket KPK dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat meminta agar KPK dibekukan. Permintaannya ini dilandasi temuan-temuan yang sudah didapat pansus angket sejauh ini.
MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…
MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari…
MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…
MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…