MONITOR, Jakarta – Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengaku, bahwa sampai saat ini dirinya belum menerima surat atau bentuk pemberitahuan apapun soal pemecatan oleh partai. Dia menilai, tindakan itu adalah bentuk kesewenang-wenangan yang keliru dan salah besar.
"Ternyata partai ini dikelola dengan kepemimpinan yang buruk seburuk-buruknya dalam sejarah Golkar. Sudahlah terindikasi korup, kemudian tidak ada rasa malu, tak bermoral, dan berlagak totaliter pula. Setya Novanto-Idrus Marham ternyata sangat nyaman bergelimang isu korupsi, takut dengan perbedaan, serta anti kritik dan dialog, main pecat pula," ujar Doli di Jakarta, Kamis (31/8).
Dia mengklaim, apa yang dirinya dan GMPG lakukan selama ini adalah demi kebaikan dan keselamatan partai, yang sudah tercitrakan buruk dan negatif oleh kepemimpinan saat ini.
"Justru yang kami lakukan adalah menegakkan AD/ART dan keputusan tertinggi pada Munaslub," tegasnya.
Jadi, lanjut Doli, dalam situasi seperti saat ini, dia menganggap hal ini biasa saja di dalam berjuang menegakkan kebenaran dan melawan kedhzaliman. Dia menegaskan, dirinya dan GMPG akan terus lanjut dengan agenda-agenda perjuangan mereka.
"Kita akan buktikan siapa yang sesungguhnya cinta dan berbuat demi kebesaran dan kemajuan partai, dan siapa pula yang hanya berlindung serta memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," tutupnya.
