MONITOR, Kendal – Puluhan Ribu rakyat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) dan Warga Nahdliyin Kabupaten Kendal memadati sepanjang jalan Soekarno-Hatta mulai dari Alun-alun hingga depan gerbang kantor DPRD Kabupaten Kendal, Selasa(29/8).
Diketahui, gelombang massa ini melakukan aksi damai tolak kebijakan penerapan Full Day School (FDS) dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.
Sepanjang jalan, massa bersholawat, menyanyikan Lagu Yalal Waton dan membentangkan spanduk Tolak Full Day School. Massa juga meneriakan penolakan FDS "Tolak-tolak FDS, tolak FDS sekarang juga".
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal menyerukan penolakan atas FDS dan menolak pemimpin yang mendukung FDS. "Saudara-saudara sekalian warga NU, kita menolak memilih pemimpin yang mendukung FDS!" seru Kyai Danial membakar massa.
Aksi penolakan FDS berlangsung damai. Terlihat massa mendapatkan penjagaan ketat dari personel kepolisian dan Banser di depan Gedung DPRD Kabupaten Kendal.
Selain itu, Jajaran Pemimpin dan Anggota DPRD Kabupaten Kendal juga siap menolak adanya permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Aksi penolakan ini ditutup dengan do’a bersama.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…