MONITOR, Jakarta – Buruknya upaya pemerintah dalam mengelola persediaan gula di tanah air menuai kritik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pasalnya, pemerintah memilih melakukan impor gula di tengah menumpuknya stok produksi petani lokal.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun turut menerima sindiran atas kejadian yang dinilai merugikan para petani gula di Indonesia ini.
Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo menyatakan bahwa Presiden Jokowi pernah berjanji akan membangun sepuluh pabrik gula baru saat kampanye Pilpres lalu. Namun, dengan adanya kejadian ini, pabrik-pabrik gula yang ada justru terancam berkurang.
"Presiden Jokowi pernah berjanji akan membangun 10 pabrik gula baru saat kampanye lalu. Sampai saat ini jangankan satu pabrik tercipta, pabrik yang lama saja tidak diperhatikan, dan hajat hidup petani gula semakin tertekan karena kesulitan dalam pemasaran. ujar Edhy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (27/8).
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu menghimbau agar setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berpihak pada rakyat, termasuk para petani. "Sekali lagi, penguasa harus berpihak kepada kaum tani," imbuh Edhy.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…