MONITOR, Jakarta – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kotak pandora haji dinilai sudah tepat. Hal itu diungkapkan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng.
Salamuddin menyatakan keputusan Jokowi ini menunjukkan keberpihakan dan keadilan bagi para pemilik rekening haji. "Ini sebagai bentuk terimakasih pemerintah pada pemilik rekening haji. Bayangkan kalau dana itu dapat ditarik dalam serempak, maka pemerintah Jokowi langsung bangkrut, dan sektor perbankkan kita langsung bangkrut," ujar Salamuddin dalam keterangannya yang diterima Monitor, Selasa (1/8).
Ia menjelaskan, selama ini dana haji tersimpan dalam kotak pandora, yakni bank bank pemerintah, bank swasta dan asing serta di Surat Utang Negara (SUN). Apalagi bunga dari dana tersebut, menurutnya sangat tinggi.
"Bagi pemerintah, dunia perbankan dana haji sangat aman karena pasti tidak dicairkan oleh pemiliknya," tuturnya.
Namun sayangnya, lanjut dia, para pemilik rekening haji tidak mendapatkan manfaat dari dana tersebut. Salamuddin menduga, dana tersebut dimanfaatkan sebagian oknum pemerintah.
"Dana itu entah kemana larinya. Boleh jadi habis dimakan para koruptor dalam pemerintahan dan DPR serta lembaga penegak hukum," tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin pembukaan masa sidang DPR RI. Saat…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyoroti kelangkaan Bahan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah transformasi industri nasional melalui pengembangan dan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat strategi komunikasi publik agar kebijakan ketenagakerjaan lebih mudah…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian menegaskan peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri…