MONITOR, Kabul – Kelompok militan ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan di Kedutaan Irak di Kabul, Afghanistan Senin, (31/7). Peristiwa yang dimulai dengan bom bunuh diri di gerbang utama gedung kedutaan, disusul serbuan dari orang-orang bersenjata yang menyerang petugas keamanan.
Serangan tersebut terjadi sepekan setelah 35 orang tewas dalam serangan terhadap pegawai pemerintah Kabul yang menyebabkan kondisi keamanan Afghanistan menjadi genting, bersamaan dengan Amerika Serikat (AS) yang sedang memperkirakan kebijakan di wilayah Afghanistan.
Sebelum serangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan, bahwa pasukan keamanan berhasil melumpuhkan tiga orang teroris di ibu kota yang saat itu dalam keadaan sibuk.
"Serangan teroris terhadap kedutaan Irak di Kabul setelah semua teroris terbunuh," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Senin.
Belum ada pernyataan resmi terkait korban jiwa dalam serangan tersebut, namun rumah sakit Italia yang beroperasi di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa dua orang yang terluka telah masuk untuk dilakukan perawatan.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…
Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…