Categories: GAYA HIDUPTEKNO

Mengenal Aplikasi Chat ‘Saya’

MONITOR – Sudah tahu atau mendengar tentang sebuah aplikasi percakapan singkat (chat) bernama 'Saya'? 

Saya adalah sebuah aplikasi anonim (tanpa identitas) untuk smartphone yang telah ada di Indonesia sejak 2016.

Aplikasi gratis berbasis GPS ini kini diam-diam telah memiliki ratusan ribu install dan dipasarkan secara gerilya oleh pengguna Saya itu sendiri.

Berawal dari ide pasangan ayah-anak Tobias dan Manuel Schulze dari Stuttgart (Jerman), Saya app hadir untuk mempermudah setiap orang untuk berinteraksi dengan orang di sekitar sampai 50km tanpa kewajiban untuk memiliki nomor telepon orang lain terlebih dahulu.

Aplikasi ini mempunyai fitur di antaranya:

  1. Community (chatroom ala Kaskus, pengguna bisa membahas topik apa saja, dan bisa mengomentari topik yang mana saja, baik secara publik, grup ataupun pribadi).
  2. Marketplace (pengguna bisa mengiklankan barang untuk dijual atau melihat benda2 apa saja yang dijual user di sekitarnya).
  3. Food and Drinks (Saya melakukan partnership dengan Zomato, dapat menampilkan  daftar tempat makan atau cafe terdekat dari lokasi anda dengan rating terbaik).
  4. Lifestyle (baca artikel menarik).
  5. Messaging (diskusi, baik pribadi ataupun dalam grup. pengguna dapat mengirimkan gambar, teks dan pesan suara).

Community adalah fitur paling dominan bagi para pengguna Saya, dimana setiap harinya 6700+ topik yang dibuat oleh pengguna memancing 70 ribu komentar.

Topik yang dibahas sangat bervariasi, dari politik, makanan, kemacetan sampai dengan updatestatus.

Konsentrasi umur pengguna Saya App berada di rentang 17 – 22 tahun dan rata-rata merupakan pelajar, mahasiswa dan fresh-graduate.

Demografi perbandingan pengguna pria dan wanita yang sebesar 44% dan 56% menciptakan iklim diskusi yang cukup berimbang.

Banyaknya gathering spontan secara sporadis di Jakarta menunjukkan keinginan besar pengguna Saya untuk bertemu orang baru.

Keunikan

Apa perbedaan Saya dengan aplikasi chat lainnya seperti WeChat/WhatsApp? Saya dapat digunakan tanpa harus memasukkan nomor telepon atau ID seseorang sebagai teman sehingga semua postingan bisa dilakukan secara 100% anonim. Walaupun demikian, Saya memiliki fitur untuk menambahkan pengguna yang diinginkan ke dalam daftar kontak untuk dapat berhubungan lebih dekat. Selain itu, pengguna dapat mengatur radius sensor dari jarak minimal 500 meter hingga maksimal 50 kilometer, atau bahkan mengubah koordinat ke kota lain dan melakukan perbincangan dengan pengguna dari kota lain.

Ukuran aplikasi yang relatif kecil (36.4 Megabyte) beserta kecepatan aksesnya menjadi daya tarik bagi para pemilik smartphone yang ingin mengobrol dengan orang-orang di sekitarnya.

Sejarah Singkat

Aplikasi Saya dibuat dan dipasarkan oleh Find Local GmbH, yang merupakan perusahaan asal Jerman. Didirikan oleh Tobias dan Manuel Schulze sejak tahun 2015 dengan nama Hoomn. Sebuah permainan ejaan dari kata “Human” dalam bahasa inggris dengan filosofi bahwa Saya App mampu meningkatkan interaksi antar manusia di sekitarnya yang memiliki minat yang sama. Hoomn pun berganti nama menjadi Saya sejak Oktober 2016.

Setelah menyadari banyaknya download dan pengguna aktif dari Indonesia pada tahun 2016, Manuel Schulze akhirnya memutuskan untuk terbang ke Indonesia dan mengenal lebih dekat user negara tropis ini.

Recent Posts

Menteri Agama: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi…

8 menit yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tinjau Saluran Irigasi Rusak di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat meninjau kondisi saluran irigasi rusak di Desa…

30 menit yang lalu

Saatnya Gen Z Naik Kelas Lewat Koperasi

MONITOR, Sumedang – Semangat baru gerakan koperasi mulai terasa dari kampus. Ratusan mahasiswa berkumpul dalam…

1 jam yang lalu

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

MONITOR, Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menyiapkan tenaga kerja kompeten untuk mengisi kebutuhan industri…

3 jam yang lalu

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menekankan pentingnya inovasi…

13 jam yang lalu

Kemenhaj Izinkan Dashboard Haji 2026 Diakses Publik untuk Perkuat Transparansi dan Akses Informasi Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) resmi menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah…

13 jam yang lalu