Monitor, Washington- Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu masih menyisahkan perdebatan, salah satunya yakni turut andilnya para peretas internasional yang diduga menargetkan sistem pemilihan negara bagian AS saat pemilihan itu.
Terkait hal itu, dilansir Reuters seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan, peretas asal Rusia telah terlibat, yakni dengan menargetkan serangan kepada 21 sistem pemilih di negara bagian. Pernyataan tersebut diungkapkan pada Kongres, Rabu (21/6).
Deputi Wakil Menteri Independen bidang Keamanan Cyber Jaenette Manfra mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengidentifikasi negara bagian mana saja yang telah menjadi sasaran, dengan alasan kerahasiaan. Dia mengulangi kembali laporan kepada Komite Intelijen Senat bahwa tidak ada bukti suara yang telah dimanipulasi.
Menanggapi pernyataan di kongres itu, anggota tinggi Demokrat di panel Senat Mark Warner menyatakan kekecewaannya atas keputusan untuk tidak membuka data tentang negara bagian yang menjadi sasaran.
"Saya pada dasarnya tidak setuju," katanya.
Sebelumnya, departemen itu mengatakan sekitar 20 negara telah diselidiki atas hacker yang bekerja atas nama pemerintah Rusia, namun laporan media baru-baru ini mengatakan bahwa jumlahnya bisa jauh lebih tinggi.
Negara bagian Arizona dan Illions misalnya, tahun lalu mereka memastikan bahwa peretas telah menargetkan sistem pendaftaran pemilih mereka.
Rusia telah berulang kali menolak tuduhan bertanggung jawab atas serangan cyber selama pemilihan presiden AS.
MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama,…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…
MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…
MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…