Pesona Santri Banten 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu
MONITOR, Lebak – Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengajak kalangan ulama, kiai, dan santri untuk terus memperkuat sinergi bersama Polri dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten dalam kegiatan Pesona Santri Banten 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten tersebut menjadi momentum silaturahmi antara kepolisian dan keluarga besar pesantren. Acara ini dihadiri ribuan santri, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.
Mengusung tema Silaturahmi Santri, Kiai dan Polri, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah, M.Si., Ketua MUI Provinsi Banten, jajaran Presidium dan Dewan Pertimbangan FSPP Provinsi Banten, serta sejumlah tokoh masyarakat Banten, termasuk KH. Embay Mulya Syarief.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten mengaku merasa terhormat dapat bertatap muka dan bersilaturahmi secara langsung dengan para santri, alim ulama, serta keluarga besar pondok pesantren.
Ia juga mengapresiasi keberadaan pesantren di Kabupaten Lebak yang menurut informasi yang diterimanya memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Provinsi Banten.
“Saya baru mengetahui bahwa jumlah pondok pesantren di Kabupaten Lebak merupakan yang terbanyak di Provinsi Banten. Ini luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan untuk kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Lebak,” ujar Hendra.
Kapolda mengungkapkan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri yang memintanya hadir secara langsung untuk bersilaturahmi dengan para ulama, kiai, tokoh agama, dan masyarakat pesantren di Banten.
Ia juga menyampaikan salam hormat Kapolri kepada para kiai, tokoh agama, sesepuh, masyarakat, serta seluruh santri dan santriwati di Provinsi Banten.
Menurutnya, Kapolri juga berencana mengupayakan silaturahmi dengan para kiai dan tokoh agama di Mapolda Banten. Rencana tersebut masih dalam tahap koordinasi dan akan dipaparkan lebih lanjut kepada Kapolri.
“Beliau berpesan agar saya menyampaikan salam hormat kepada para kiai, tokoh agama, sesepuh, masyarakat, serta seluruh santri dan santriwati se-Provinsi Banten,” katanya.
Kapolda: Polri Membutuhkan Nasihat dan Dukungan Ulama
Dalam kesempatan tersebut, Hendra menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kedisiplinan, kesederhanaan, serta penghormatan kepada guru dan sesama merupakan modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Ketika ilmu pengetahuan disertai dengan akhlak yang baik dan setiap perbedaan disikapi dengan saling menghormati, insyaallah kerukunan di tengah masyarakat akan senantiasa terjaga,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran ulama dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan membutuhkan dukungan, nasihat, serta masukan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan ulama dan pesantren.
“Polri membutuhkan nasihat dan dukungan dari para ulama dalam menjalankan tugas. Kami juga membutuhkan masukan dan koreksi agar kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Hendra berharap komunikasi dan silaturahmi antara Polri dengan kalangan pesantren terus terpelihara. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi sejak dini.
Kepada para santri, Kapolda juga menyampaikan pesan moral agar tidak hanya berorientasi menjadi orang penting, tetapi lebih mengutamakan menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesama.
“Baik menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik,” pesannya.
FSPP Apresiasi Kehadiran Kapolda Banten
Mewakili Presidium FSPP Provinsi Banten, Dr. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd.I., yang juga pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Banten beserta jajaran dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran pimpinan kepolisian di tengah keluarga besar pesantren menjadi momentum positif untuk mempererat komunikasi, membangun kedekatan, serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat pesantren.
FSPP memandang silaturahmi tersebut sebagai bagian penting dalam membangun hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan serta kedamaian di Provinsi Banten.
Ulama dan Kiai Banten Deklarasikan Komitmen Damai
Selain silaturahmi, Pesona Santri Banten 2026 juga diisi dengan istigasah dan doa bersama yang dipimpin Dr. KH. Anang Azhari, pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Provinsi Banten.
Doa bersama tersebut dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, persatuan masyarakat, serta terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.
Agenda berikutnya adalah pembacaan Deklarasi Damai oleh Assoc. Prof. Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, M.M., selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Provinsi Banten.
Dalam deklarasi tersebut, keluarga besar pesantren menegaskan tiga komitmen utama, yakni menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan dan aset bangsa, mendorong reformasi Polri yang profesional, humanis, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat kemitraan antara Polri dan pesantren.
Kalangan pesantren juga mendorong agar setiap dugaan pelanggaran hukum ditangani secara objektif dan berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum, hak asasi manusia, serta asas praduga tak bersalah.
Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen ulama, kiai, dan santri untuk menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Lima Marching Band Santri Tampilkan Kreativitas
Pesona Santri Banten 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bagi para santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas melalui konser marching band dan pentas budaya.
Lima tim marching band yang tampil dalam kegiatan tersebut adalah Gema Insan Karima, Darel Azhar Marching Band, CSPA Corps Syi’ar Putri Al Mizan, Marching Band Gema Nada Manahijussadat, serta Marching Band Syiar Arrahmah Corps.
Penampilan para santri dengan permainan alat musik, formasi, kekompakan, dan kedisiplinan mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati Alun-Alun Rangkasbitung.
Pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran ilmu agama, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, seni, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri santri.
Antusiasme juga terlihat dari para wali santri yang hadir untuk menyaksikan penampilan putra-putri mereka. Sejumlah orang tua berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai sarana apresiasi terhadap potensi dan prestasi santri.
Digelar Swadaya, FSPP Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pesantren
Pesona Santri Banten 2026 merupakan puncak rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten yang telah berlangsung sejak 22 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Festival Santri Lebak pada 22 Oktober, dilanjutkan Kompetisi Pencak Silat Santri pada 23 Oktober di Pondok Pesantren Darel Azhar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sarasehan pesantren serta Manahijussadat Open Marching Band yang dibuka pada 31 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Manahijussadat.
Pada 7 November 2026, FSPP juga menyelenggarakan Coaching Clinic Marching Band Santri dengan menghadirkan Aprilia Dewi Amanda, Duta Budaya Santriyah sekaligus mayoret asal Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti para mayoret dari 12 lembaga pendidikan, baik pondok pesantren maupun sekolah.
Menariknya, seluruh rangkaian Pesona Santri Banten 2026 diselenggarakan melalui semangat swadaya dan gotong royong keluarga besar FSPP Provinsi Banten.
Para pimpinan pondok pesantren bersama jajaran FSPP berkontribusi melalui tenaga, pemikiran, fasilitas, hingga dukungan pembiayaan demi menyukseskan kegiatan tersebut.
FSPP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Polda Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak, serta para alim ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, dan masyarakat.
FSPP menilai pesantren merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan, pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, FSPP berharap Pemerintah Provinsi Banten semakin memperkuat perhatian dan keberpihakan terhadap pesantren melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan.
Dukungan pemerintah diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui program pembinaan, pemberdayaan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kapasitas kelembagaan pesantren.
Melihat tingginya antusiasme santri, ulama, pimpinan pondok pesantren, wali santri, dan masyarakat, FSPP Provinsi Banten berharap Pesona Santri Banten dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan.
Melalui kegiatan tersebut, pesantren diharapkan semakin dikenal sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, pengembangan kreativitas generasi muda, sekaligus pilar penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan pesan: “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.”
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menugaskan pengawas ketenagakerjaan berkoordinasi dan mengawal pelaksanaan kesepakatan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…
MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…
MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…