Monitor, Kuwait – Emir Kuwait yang pekan ini memimpin upaya mediasi demi mengatasi krisis diplomatik terburuk di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, mengingatkan bahwa sengketa diplomatik Qatar-Arab Saudi cs itu akan menciptakan "konsekuensi yang tak diinginkan".
"Sulit bagi kami, generasi yang membangun Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) 37 tahun lalu, melihat ketidaksepakatan-ketidaksepakatan di antara anggota-anggotanya yang mungkin bakal mengantarkan kepada akibat-akibat yang tak diinginkan," kata Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/6).
"Saya pribadi hidup melalui blok-blok bangunan pertama dari dewan ini hampir empat dekade lalu, oleh karena itu tidaklah mudah bagi siapa pun seperti saya sebagai pemimpin untuk terus bungkam tanpa melakukan apa yang bisa saya lakukan. demi menyatukan lagi para saudara." tambahnya.
Sheikh Sabah sendiri sudah mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar pekan lalu demi mencari penyelesaian diplomatik untuk krisis tersebut.
Sebelumnya Senin, menteri luar negeri Qatar menyatakan tetap percaya kepada proses yang diprakarsai Kuwaiti, tetapi dia menolak segala tuduhan yang dialamat pihak lain kepada Qatar. (Ant)
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadimempertanyakan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin…
MONITOR, Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi tuan rumah International Seminar and The…
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai terdapat sejumlah kejanggalan…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) UMKM…
MONITOR, Jakarta – Indonesian Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)…