Monitor, Jakarta – Dalam laporan Terbaru Bank Dunia pada Bulan Juni mengenai prospek ekonomi global, pertumbuhan ekonomi global diprediksi akan menguat ke level 2,7 persen, naik dari 2,4 persen di 2016. Hal ini didukung oleh sektor manufaktur dan perdagangan, meningkatnya kepercayaan pasar dan stabilnya harga komoditas yang mempengaruhi penguatan di negara-negara berkembang pengekspor komoditas.
Sementara itu, pertumbuhan di negara maju diharapkan untuk meningkat ke level 1,9 persen, yang akan membawa pengaruh positif bagi mitra dagangnya. Di tengah kondisi keuangan global yang baik dan stabilnya harga komoditas, pertumbuhan di emerging market dan negara berkembang (Emerging Market And Developing Economies/EMDE) secara keseluruhan akan menyentuh level 4,1 persen, naik dari 3,5 persen di tahun lalu.
“Sudah terlalu lama kita melihat pertumbuhan lambat yang menghalangi upaya kita memerangi kemiskinan. Jadi, sangat menggembirakan melihat tanda-tanda perbaikan ekonomi global semakin menguat,” kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
Namun, ada risiko besar yang dapat meredupkan prospek ini, seperti kemungkinan pembatasan perdagangan yang lebih besar, ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan, fiskal dan moneter. Selain itu, dalam jangka panjang, produktivitas dan pertumbuhan investasi yang rendah dapat mengikis prospek pertumbuhan jangka panjang.
MONITOR, Jakarta – Indonesian Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)…
MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih meminta Pemerintah Indonesia tidak menambah kuota produksi nikel pada tahun…
MONITOR, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar pelaku kasus penyekapan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kembali meminta PT PLN (Persero)…
MONITOR, Jakarta - Berbagai kementerian/lembaga meminta tambahan anggaran untuk program Pemerintah di tahun 2027. Di…