Categories: NASIONALPOLITIK

Komnas HAM Ingin Padamkan Potensi Konflik Akibat Dugaan Kriminalisasi Ulama

Monitor, Jakarta – Komisioner Komnas HAM Siane Indriani mengungkapkan, pihaknya ingin memadamkan semua potensi konflik yang akan terjadi akibat dugaan kriminalisasi ulama dengan mendatangi Kemenkopolhukam.

"Karena ada banyak hal-hal yang dianggap diskriminatif, diskriminasi dan dipaksakan," kata Siane di Kantor Kemenpolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Dikatakan Siane, bentuk pemadaman konflik yang ingin dilakukan adalah dengan cara melakukan rekonsiliasi dengan korban kriminalisasi. Tidak hanya penyelesaian hukum semata, tapi ada penyelesaian politis dan restoratif justice.

"Itu yang dipentingkan daripada sekedar hukum, yang kemudian malah membuat mereka merasa ada diskriminasi dalam hal itu," ungkapnya.

Diskriminasi yang dimaksud Siane adalah, ada kasus-kasus tertentu ketika polisi terlalu aktif, namun di kasus yang lain malah tidak aktif sama sekali,  seperti kasus Novel Baswedan. "Jadi ada semacam, seolah ada sesuatu,  ini yang mereka rasakan,  ketidakadilan ini yang mereka rasakan," tuturnya.

Karenanya, dia mengimbau pihak kepolisian untuk mengambil langkah diskresi untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Jadi kita minta ada semacam kebijakan,  politik kebijakan yang mengutamakan keutuhan negara daripada terus menerus membuat rasa dendam yang baru. Terutama ini kaitannya dengan semakin ke depan ini mereka akan mendata kembali korban-korban yang di daerah-daerah lain," tandasnya. ⁠⁠⁠⁠

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

13 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

13 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

19 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

3 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu