Pengamat : Jokowi-Ma’ruf seharusnya Menang di Banten

Jokowi-Ma'ruf Amin

MONITOR, Tangerang Selatan – Kontestasi pilpres 2019 telah memasuki fase baru yakni fase adu rayu dan bursa program untuk merebut hati pemilih. Kedua pasangan calon mulai sibuk dengan langkah dan strategi politik demi mendapatkan dukungan dan simpati publik.

Kedua pasangan capres-cawapres saat ini tengah sibuk mencari dukungan dari berbagai pihak dan kalangan. Pasangan Prabowo-Sandi tengah mengebut kendaraan kampanyenya dengan bergegas mendatangi para tokoh dan melakukan muhibah ke banyak tempat.

Sementara dari pihak Jokowi – Ma’ruf, silaturahmi politik lebih banyak dilakukan Ma’ruf Amin karena hal itu memungkinkannya. Jokowi sendiri lebih banyak konsentrasi menjalankan amanah dan tugas-tugas kenegaraan resmi sebagai presiden seperti biasa.

Khusus untuk calon wakil presiden, KH. Ma’ruf Amin diketahui merupakan tokoh ulama dari Banten yang sangat disegani. Ia adalah keturunan langsung dari ulama nusantara yang mendunia dan namanya abadi dikenal yakni Imam Nawawi Al-Bantani.

Pengamat politik dari kantor lembaga survei Stratak Indonesia, Oktarina Sorbardjo menyatakan, dengan asal usul dan pengaruh keulamaannya di Banten seharusnya pasangan Jokowi-Ma’ruf menang telak di Banten. Menurut Oktarina, itu karena orang Banten akan bangga bila ada tokohnya jadi pimpinan nasional. “Tidak tanggung-tanggung, jadi orang nonor dua di republik ini,” katanya kepada wartawan di BSD City, Jumat (14/9/2018).

Oktarina menambahkan, akan aneh jika orang Banten menolak Kyai Ma’ruf. Selain karena kultur relijius yang sangat kuat, faktor sama-sama Banten juga seharusnya sudah cukup membuat rakyat Banten menetapkan pilihan kepadanya.

“Kyai Haji Ma’ruf Amin itu tokoh senior yang sangat disegani, keturunan langsung Syeikh Nawawi Al-Bantani. Apa lagi alasan menolaknya? Dengan dipilihnya beliau oleh Presiden Jokowi, harapannya tentu orang Banten akan bangga dan merasa dihargai,” ujarnya.

“Sebagian suara sumbang yang selama ini sayup-sayup terdengar anti Jokowo di Banten akan redup dan senyap dengan dipilihnya Ma’ruf,” tandasnya.

Jika ternyata suara yang anti itu masih kuat, lanjut Oktarina sangat mungkin itu berasal dari kelompok yang punya dendam politik kepada Jokowi. “Misalnya bekas HTI atau memang kelompok Islam garis keras berideologi trans nasional lainnya,” jelasnya.

Oktarina menegaskan, jika Ma’ruf juga mau berkeliling mendatangi pesantren-pesantren di Banten, bisa dipastikan dukungan verbal dan kongkrit akan terlihat.

“Bagaimanapun dunia pesantren, termasuk di Banten, akan senang. Ajengan bersarung yang rendah hati dan berwawasan luas itu bisa jadi wakil presiden. Harusnya alasan itu lebih dari cukup untuk membuat Ma’ruf mendulang mayoritas suara di pilpres 2019 nanti,” pungkasnya.