Pertumbuhan Ekonomi Global Beresiko, IMF Peringatkan Hal Ini

Monitor,Paris– Pertumbuhan ekonomi global diprediksi mencapai 3,5 persen pada tahun 2017 ini dan tahun berikutnya.

Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan kepada para pemimpin negara-negara agar merespon beberapa risiko kerentanan finansial.

"Kerentanan finansial memberikan kekhawatiran secara langsung," ujar Direktur Pelaksana IM Christine Lagarde seperti dikutip dari CNBC, Kamis (6/7/2017).

Menurut Lagarde, setelah cukup lama mengalami periode kondisi finansial yang menguntungkan, termasuk suku bunga yang rendah dan akses kredit yang lebih mudah, eksposur korporasi di banyak negara berkembang cukup tinggi.

Di Eropa, neraca perbankan masih mengalami perbaikan setelah krisis.

Adapun di China, apabila pertumbuhan kredit terus melesat dan belanja meningkat, maka dapat berdampak pada utang publik maupun swasta yang tidak berkesinambungan di masa mendatang.

Meskipun IMF menyatakan bahwa risiko jangka pendek telah melambat, namun masih ada risiko penurunan yang membayangi prospek pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah.

Salah satu risiko yang dimaksud adalah ketidakpastian politik, khususnya di AS, di mana pemerintahan Presiden Donald Trump menjanjikan pengurangan pajak dan mendorong belanja infrastruktur.

Dalam jangka panjang, permasalahan yang muncul adalah kesenjangan ekonomi yang tinggi, rendahnya pertumbuhan produktivitas, dan populasinyang menua, dan kesenjangan gender.

Riset IMF menunjukkan, tantangan-tantangan ini menghambat potensi pertumbuhan, menyulitkan peningkatan upah, dan taraf hidup.

Oleh karena itu, IMF meminta para pemimpin negara-negara G20 untuk mendorong sistem perbankan mereka dan memperbaiki regulasi.

"Selain itu, negara-negara yang mengalami surplus maupun defisit harus mengonfontir masalah ini (ketidakseimbangan neraca) sekarang juga untuk menghindari koreksi yang lebih besar," ungkap Lagarde.