Pertamina Adakan Talkshow ‘Tetap Sehat dan Bugar Selama Ramadan’

MONITOR, Jakarta- Pertamina kembali mengadakan Wellness Talkshow dengan tema ‘Tetap Sehat dan Bugar Selama Ramadan’ di Lantai Ground Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina.

Talkshow ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Samuel Oetoro Sp. OK dan Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi.

Manager Health and Medical Management dr. Widodo mengatakan, talkshow ini diadakan agar pekerja Pertamina di Kantor Pusat mendapatkan pengetahuan mengenai nilai gizi saat berpuasa.

“Kami memfasilitasi para pekerja Kantor Pusat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tentang kecukupan gizi saat berpuasa dari narasumber yang kompeten,” kata Widodo, Jumat (18/5).

Sedangkan, dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Samuel Oetoro Sp. OK memaparkan pola hidup sehat dan bugar selama Ramadan dengan program 5S. Yaitu, makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat, dan aktivitas sehat.

“Itu semua harus dilakukan, terutama pola makan, lebih baik mengkonsumsi banyak sayur dan buah karena tinggi serat agar puasanya bisa lancar dan kenyang tahan lama sehingga badan kita tidak lemas. Jangan konsumsi banyak makanan atau minuman yang mengandung gula karena hanya akan membuat lemas badan saat berpuasa,” jelasnya.

Ia juga berpesan dalam berpuasa hindari kopi, teh kental, gorengan, dan makanan yang terlalu merangsang lambung, seperti asam dan terlalu pedas.

“Cara masak yang dianjurkan adalah kukus, rebus, pepes, panggang, dan kuah. Hindari yang biasanya digoreng, tumis, masak dengan suhu yang tinggi, diawetkan dan diasap. Yang perlu diperhatikan juga adalah pilihlah bahan makanan yang alamiah dan segar,” ujarnya.

Sementara itu, Artika Sari Devi berbagi tips selama berpuasa, seperti jangan tinggalkan sahur. Pilih makanan karbohidrat yang kompleks seperti nasi merah dan cara memasak yang benar seperti pepes atau kukus.

“Sahur itu penting. Karena kalau kita tidak sahur, sama saja menambah panjang jam berpuasa kita. Badan menjadi lemas dan pastinya kita jadi tidak produtif untuk bekerja,” pungkasnya.