Hotel Syariah untuk Asian Games Masih Butuh Suntikan 10 Miliar

Soft opening hotel syariah untuk para tamu tamu Asian Games 2018 (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan hotel syariah untuk para tamu Asian Games 2018. Hotel Grand Cempaka namanya. Hotel ini menjadi salah satu hotel untuk mendukung perhelatan Asian Games.

Saat ini, para juri dan wasit asal Indonesia telah dipastikan menggunakan hotel tersebut selama Asian Games berlangsung.

Direktur Keuangan PT Jaktour, Mulyanis Saputra, menuturkan penerapan hotel bersyariah ini memang meleset dari rencana semula. Sebab, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta PT Jaktour untuk mengubah Hotel C’One Cempaka Putih dan C’One Pulomas menjadi hotel syariah. Hal ini dikarenakan kedua hotel itu sering disalahgunakan untuk praktek esek-esek oleh penggunanya.

“Sebenarnya kami memang akan membangun kedua hotel C’One itu dengan sistem BOT (Built Operation Transfer) dengan skema syariah hotel. Tapi, kami masih mencari investor untuk pendanaannya,” ujarnya saat ditemui MONITOR, Jumat (10/8).

Menurutnya, pembangunan hotel syariah itu membutuhkan sekitar Rp 100 miliar. Pihaknya merencanakan akan mengajukan penanaman modal pemerintah daerah (PMD) kepada Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.

Selain itu, pihaknya akan membangun hotel berkonsep Asmaul Husna (nama-nama baik), dengan 99 kamar dan 9 lantai.

Sementara itu, Sekko Jakarta Pusat, Iqbal Akbarrudin, berharap dengan dibukanya hotel ini, diharapkan dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung di DKI Jakarta terutama di Jakarta Pusat.

“Semoga ini juga menjadi hotel alternatif bagi wisatawan, karena semua makanan dan minuman yang disajikan sudah dijamin halal,” pungkasnya.