MONITOR, Jakarta – Persaingan global semakin ketat di tengah ramainya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Semua negara berlomba-lomba untuk melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan tinggi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 ini.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa semua pihak harus menyikapi tantangan Revolusi 4.0 ini dengan cepat dan tepat, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri dan masyarakat.
“Menyediakan sumber daya manusia yang unggul adalah hal terpenting dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, mutu pendidikan tinggi juga harus terus ditingkatkan,” ujar Nasir, saat memberikan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Jember, Senin (2/4).
Mohamad Nasir mengatakan bahwa tantangan sebuah negara untuk menjadi negara yang maju sudah bergeser, tidak lagi diukur dari jumlah sumber daya alam yang dimiliki tetapi dari seberapa banyak jumlah inovasi yang mampu menhasilkan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi negara. Agar menghasilkan inovasi, maka dibutuhkan kualitas peneliti yang mumpuni, baik di perguruan tinggi maupun di lembaga penelitian lainnya.
“Untuk meningkatkan kualitas SDM di perguruan tinggi, Kemenristekdikti telah menyiapkan beasiswa S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri. Dosen Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dapat mendaftar beasiswa ini. Kemenristekdikti juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi peneliti di berbagai lembaga penelitian,” tutur Menteri Nasir.
Menristekdikti tidak ingin SDM Indonesia kalah bersaing dengan SDM dari negara-negara lain. SDM Indonesia diharapkan tidak hanya dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri tetapi juga dapat berkiprah di dunia Internasional.
Pada kesempatan ini Mohamad Nasir mengingatkan agar Universitas Islam di Jember dapat menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi dan dapat memberikan kontribusinya dalam memajukan Indonesia. Jangan sampai perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang gagap terhadap tantangan jenis pekerjaan baru di era Revolusi Industri 4.0 dan berakhir menjadi pengangguran terdidik.
