MONITOR, Jakarta – Data rujukan kesehatan di Indonesia masih sangat sukar didapat. Hal ini diakui oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Seperti halnya kasus penyakit tuberculosis, Nila menyatakan pemangku kesehatan harus menimbang sistem metodologi dinamik.
"Saya akui permasalahannya adalah data, data kesehatan ini kita sukar peroleh. Saya pernah mencoba mengambil suatu kebijakan berdasarkan dari data yang ada. Nah harus ada sistem baru dari metodogi yang harus dilakukan," ujar Nila saat memberikan dialog Evidence Summit 'Mengurangi Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Indonesia' di Perpustakaan Nasional RI Jakarta, Rabu (28/3).
"Misalnya riset yang kami lakukan di kota Jakarta, kami memakai sistem dinamik. Mana data yang lebih positif, mana yang negatif," tambahnya.
Nila pun menegaskan, tingginya permasalahan tuberculosis terbukti sangat erat berkaitan dengan angka kemiskinan di Indonesia.
"Sebagaimana hasil riset WHO, ini mengatakan tuberculosis dibuktikan erat kaitannya dengan kemiskinan," ujar Nila.
Selanjutnya, Nila menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dari para tenaga medis dan pemangku kepentingan di daerah-daerah. "Kita harus meningkatkan kualitas layanan dari para tim medis, tentunya di semua daerah-daerah di Indonesia," imbuhnya.
