MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta agar pihak kepolisian untuk tidak terus menyerang pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Hal tersebut dikatakannya terkait berita hoax yang kontra dengan pemerintah. Sehingga hal tersebut untuk memperjelas mana sebenarnya yang dikatakan hoax.
“Tapi kalo kemudian membully para ulama atau mengkritisi, bahkan membully partai-partai di luar pemerintahan tidak dipermasalahkan. Dilaporkan pun tidak lanjut. Itu bukan penegakan hukum yang dibasiskan kepada keadilan,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini, menghimbau, agar pihak kepolisian tidak mengkaitkan persoalan politis dalam pengungkapan grup penyebar hoax Muslim Cyber Army (MCA) Family. Untuk itu, ia meminta agar kepolisian tetap meneggakan hukum dengan adil tanpa menyoroti kepentingan dibalik itu.
"Sebaiknya polisi jangan ngomong politik sebaiknya polisi ngomongnya hukum karena polisi itu adalah penegak hukum bukan pengikut partai politik maupun pengikut kepentingan politik apapun jadi polisi adalah alat negara," ujar Hidayat.
Meski demikian, secara tegas ia tidak sepakat terkait dengan penyebaran berita hoax tersebut, menurutnya ada upaya yang coba mengadu domba pada tahun politik sekarang ini. Jelas Hidayat menolak cara yang digunakan seperti kelompok (MCA) Familiy itu.
“Tapi sekali lagi kami tentu menolak segal bentuk hoax penyebaran fitnah dan penyebaran adu domba motif apapun, motif politik ataupun non politik ini semuanya adalah sesuatu yang tidak dibenarkan di Indonesia,” imbunya.
Seperti diketahui, Pihak Kepolisian terus mendalami dalang dibalik MCA Family tersebut. Diduga grup tersebut kental dengan motif poltik ketimbang motif ekonomi seperti Saracen yang menjualbelikan ujaran kebencian.
