MONITOR, Santiago – Perundingan Indonesia-Chile dalam kerangka Trade in Goods Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (TIGs IC-CEPA) mendekati rampung. Pada perundingan putaran ke-5 TIGs IC-CEPA ini, Delegasi Indonesia dan Chile bertemu membahas teks Bab Perdagangan Barang, Bab Kerja Sama dan Perundingan terkait akses pasar kedua negara. Pertemuan berlangsung 18-20 Oktober 2017 di Santiago, Chile.
“Dalam pertemuan perundingan ke-5 TIGs IC-CEPA, kedua negara sepakat menyelesaikan perundingan sebelum akhir tahun, sebagaimana dimandatkan kedua Kepala Negara pada bulan Mei 2017. Perjanjian perdagangan dengan Chile ini bagi Indonesia akan menjadi perjanjian pertama dengan negara di kawasan Amerika Latin," jelas Direktur Jenderal Perdagangan Perundingan Internasional Kemendag Iman Pambagyo sekaligus Ketua Tim Perunding TIGs
IC-CEPA.
Perjanjian ini, lanjut Iman, akan membuka pintu akses masuk produk Indonesia di kawasan Amerika Latin. "Ini bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong diversifikasi pasar untuk produk barang dan jasa Indonesia dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia secara global,” tegas Iman.
Menurut Iman, pada putaran ini kedua delegasi saling mengukur kemajuan di setiap Bab perundingan agar dapat menyelesaikan negosiasi dengan hasil yang memuaskan kedua pihak. "Dengan semangat kerja sama, Indonesia dan Chile cukup optimis perundingan dapat diselesaikan menjelang akhir 2017. Kedua negara dijadwalkan bertemu sekali lagi pada 6-10 November 2017 di Indonesia. Perundingan ini akan menjadi putaran terakhir," imbuhnya.
Iman berharap perundingan ini dapat menumbuhkan rasa saling percaya antara pemerintah dan pelaku usaha Indonesia dan Chile. “Perdagangan kedua negara belum maksimal karena adanya 'hambatan mental' yang disebabkan faktor jarak, besaran ekonomi, dan belum saling mengenal satu sama lain. Untuk itu, melalui kesepakatan CEPA maka akan dapat membuka peluang diversifikasi ekspor dan akses pasar lebih besar dengan penurunan tarif,” tandas Iman.
Perundingan TIGs IC-CEPA dimulai pada tahun 2013, namun sempat terhenti sebelum diintensifikasikan kembali pada tahun 2017. Pada tahun ini putaran perundingan diakselerasi melalui empat kali putaran pertemuan sebelum putaran terakhir yang dijadwalkan berlangsung bulan November 2017. Perundingan ini sifatnya bertahap, mulai perdagangan barang hingga sektor jasa, investasi, dan sektor lainnya sesuai kesepakatan bersama.
Kinerja perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun terakhir (2012-2016) mengalami penurunan sebesar 12,09%. Meskipun demikian, di tahun 2016 total perdagangan kedua negara meningkat sebesar 27%, dari USD 143,82 juta menjadi USD 182,66 juta. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Chile di awal semester 2017 adalah sports footwear (USD 25,43 juta) dan Footwear with outer soles of rubber (USD 8,52 juta).
Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Chile adalah copper (USD 20,2 juta) dan chemical wood pulp (USD 12,6 juta). Chile merupakan salah satu negara yang paling aktif mengadakan perundingan perdagangan di dunia. Saat ini Chile memiliki 26 perjanjian dagang, sementara Indonesia telah memiliki 9 perjanjian dagang.
