MONITOR, Pandeglang – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah Gemilang yang memberikan kesempatan kepada 40 guru madrasah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshur Pandeglang.
Program tersebut diluncurkan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) RI Hj. Helmi Halimatul Udhmah yang hadir mewakili Menteri Agama RI, Selasa (8/9/2026), di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Launching tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenag Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., beserta jajaran dan Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang H. Akhmad Jubaedi, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran.
Ketua STAI Syekh Manshur Pandeglang Dr. H. Nandang Kosim, S.Ag., M.Pd., mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan.
“Kita mengapresiasi karena sebanyak 40 guru mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshur Pandeglang,” kata Nandang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Nandang, peningkatan kapasitas dan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, kesempatan bagi guru madrasah untuk memperoleh pendidikan tinggi dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia mengatakan Beasiswa Madrasah Gemilang menyasar guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru Raudhatul Athfal (RA), khususnya di wilayah Provinsi Banten.
Melalui program tersebut, para penerima beasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa biaya. Nandang berharap peningkatan kualifikasi akademik tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya kompetensi guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Dengan guru madrasah yang memiliki kompetensi, Insya Allah anak-anak kita ke depan akan semakin cerdas dan menjadi sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Alumni Program Doktoral Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menilai peningkatan kualitas guru merupakan investasi jangka panjang bagi pendidikan. Guru yang memiliki kompetensi akademik dan profesional akan lebih mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik.
Sebelumnya, saat peluncuran program, Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid mengatakan Beasiswa Madrasah Gemilang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru madrasah.
“Pada tahap awal, program Beasiswa Madrasah Gemilang diberikan kepada 40 guru madrasah. Sasaran program mencakup guru yang belum memiliki gelar sarjana strata satu (S1) maupun guru yang sudah menyandang gelar S1 tetapi bidang pendidikannya belum linier dengan tugas yang dijalankan,” kata Maesal.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong tenaga pendidik madrasah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademiknya melalui pendidikan tinggi.
Menurut Maesal, program tersebut tidak berhenti pada pemberian beasiswa tahap awal. Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka peluang penambahan jumlah penerima pada tahun-tahun berikutnya.
“Program ini akan terus kita dorong agar semakin banyak guru madrasah yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya,” ujarnya.
Dengan program tersebut, peningkatan kualifikasi guru diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan kapasitas tenaga pendidik, tetapi juga bermuara pada peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan madrasah di Banten.
