Ketua Umum DPP FKDT Usulkan Insentif Guru Madrasah Diniyah kepada Menteri Agama

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) Lukman Hakim mengusulkan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar agar pemerintah memberikan insentif bagi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk ikhtiar meningkatkan kesejahteraan Guru MDT yang hingga kini di berbagai daerah masih belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Menurut KH Lukman Hakim, Guru Madrasah Diniyah memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan keagamaan.

Namun, dedikasi mereka belum sepenuhnya diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan, terutama di daerah yang belum memiliki kebijakan pemberian insentif bagi Guru MDT.

Usulan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Harlah ke-14 DPP FKDT yang dirangkaikan dengan Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II DPP FKDT Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (11/7/2026), yang dihadiri Menteri Agama RI beserta jajaran Kementerian Agama, pengurus FKDT dari berbagai daerah, dan ribuan Guru Madrasah Diniyah.

- Advertisement -

“Guru Madrasah Diniyah itu ikhlas dan tulus dalam mengajar anak-anak bangsa. Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh Guru MDT untuk selalu mendoakan kepentingan bangsa, termasuk mendoakan kesejahteraan Guru MDT. Saya minta kepada mereka cukup dengan berdoa, tidak usah demonstrasi atau turun ke jalan. Saya yakin dengan doa para Guru MDT se-Indonesia, para pemimpin bangsa akan menemukan kesadaran kolektif untuk lebih memperhatikan nasib Guru MDT,” ujarnya.

“Oleh karena itu mari kita doakan Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama, gubernur, bupati, dan wali kota agar diberikan kesehatan, umur panjang, sukses memimpin daerahnya masing-masing, serta tidak melupakan jasa Guru Madrasah Diniyah,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP FKDT menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki alasan kuat untuk berterima kasih kepada Guru Madrasah Diniyah. Menurutnya, para guru MDT selama ini berperan penting menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, membangun akhlak generasi muda, serta memperkuat kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.

Karena itu, ia menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan Guru Madrasah Diniyah akan terus menjadi komitmen DPP FKDT.

“Peningkatan kesejahteraan Guru Madrasah Diniyah di seluruh Indonesia merupakan cita-cita yang akan terus kami perjuangkan. Mereka telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan, sementara bisyarah yang diterima masih sangat terbatas,” katanya.

Lukman Hakim juga berharap Menteri Agama dapat memberikan perhatian khusus terhadap usulan insentif bagi Guru MDT. Menurutnya, keberadaan Madrasah Diniyah beserta para gurunya merupakan realitas pendidikan keagamaan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah yang sangat besar, namun masih menghadapi persoalan kesejahteraan.

Ia meyakini Menteri Agama memahami kondisi tersebut karena memiliki latar belakang pendidikan Madrasah Diniyah dan mengetahui secara langsung dinamika serta tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan keagamaan nonformal tersebut.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama dalam Rapimnas dan Harlah FKDT ini kami harapkan membawa keberkahan, sekaligus menjadi momentum lahirnya perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan Guru Madrasah Diniyah,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan penguatan terhadap pendidikan keagamaan, salah satunya melalui pengembangan kelembagaan pesantren. Menurutnya, semangat yang dibangun pemerintah tidak hanya menyangkut penguatan kelembagaan, tetapi juga perhatian terhadap kesejahteraan guru-guru swasta, termasuk Guru Madrasah Diniyah.

“Spiritnya bukan hanya dibahas di komisi, tetapi juga lintas komisi yang membahas nasib guru swasta, termasuk Guru Madrasah Diniyah. Mereka sama-sama anak bangsa, namun masih terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Oleh karena itu, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama akan ada perhatian khusus dari pemerintah bagi guru-guru swasta, termasuk Guru Madrasah Diniyah,” kata Menteri Agama.

Puncak peringatan Harlah ke-14 DPP FKDT dan Pembukaan Rapimnas II Tahun 2026 dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama, antara lain Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. Basnang Said, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta Ketua Dewan Pembina DPP FKDT yang juga Bendahara Umum PBNU, Gus Gudfan Arif.

Turut hadir Anggota DPR RI H. Oleh Soleh, Komisioner BAZNAS RI Iddy Muzayyad, perwakilan Kepolisian Republik Indonesia, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.
Kegiatan tersebut juga diikuti guru-guru Madrasah Diniyah dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Selain itu, sebanyak 27 Ketua DPW FKDT beserta sekretaris dari berbagai provinsi hadir dalam Rapimnas sebagai forum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Indonesia.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER