MONITOR, Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menilai bantuan subsidi upah sebesar 150 ribu rupiah selama 4 bulan kepada buruh, hanya sebatas gula-gula saja.
Ya, Said Iqbal menyebut pemberian bantuan tersebut agar kalangan buruh tidak protes menyikapi kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi.
Said yang merupakan Presiden Partai Buruh ini menyatakan, apa yang dilakukan pemerintah saat ini membebani masyarakat, tidak hanya kelompok miskin.
Kenaikan BBM tersebut akan menurunkan daya beli yang sekarang ini sudah turun 30 persen. Dengan BBM naik, maka daya beli akan turun lagi menjadi 50%.
Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflasi menjadi 6.5% hingga-8%, sehingga harga kebutuhan pokok akan meroket.
Said pun menilai tidak mungkin uang 150 ribu akan menutupi kenaikan harga akibat inflasi yang meroket.
“Menteri Keuangan dan jajaran Menteri Perekonomian nggak pernah jadi orang miskin. Nggak ngerti sakitnya nyewa rumah di kawasan industri. Makanya enak aja ngomongnya,” tandasnya, Rabu (7/9/2022).
