Dirut LPDB Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

MONITOR, Jakarta – Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, secara resmi membuka kegiatan Pekan Kreatif Nusantara (PKN) 2026 yang digelar di GOR Jetayu, Kawasan Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis malam (18/6). 

Pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan gong dan pemotongan pita area pameran bersama Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid serta Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi Fiter B. Silaen.

Usai seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan meninjau berbagai stan pameran yang menampilkan produk unggulan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, kuliner nusantara, serta Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Kreatif Nusantara 2026.

“Atas nama Bapak Menteri Koperasi Ferry Juliantono, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Pekalongan dan seluruh pihak yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan Pekan Kreatif Nusantara 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor riil, memperluas promosi produk unggulan daerah, dan mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” ujar Krisdianto saat membuka acara.

- Advertisement -

Menurut Krisdianto, Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang berhasil menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif berbasis budaya dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Selama 12 tahun Kota Pekalongan mampu mempertahankan predikat Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Kriya dan Seni Rakyat. Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Krisdianto menambahkan, pemerintah meyakini bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, kreativitas, inovasi, dan produktivitas masyarakat harus didukung oleh ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran yang sangat penting. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui prinsip gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Krisdianto menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi saat ini terus mendorong penguatan koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi rakyat, salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“KDKMP diharapkan mampu memperkuat rantai pasok dan distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan nilai tambah produk masyarakat, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi warga. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

*Hadirkan Coaching Clinic* 

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koperasi dan KDKMP, LPDB Koperasi turut hadir dalam Pekan Kreatif Nusantara 2026 dengan membuka layanan Coaching Clinic Pembiayaan Dana Bergulir bagi koperasi dan KDKMP.

Melalui layanan tersebut, para pengurus koperasi, pengelola KDKMP, maupun pelaku usaha dapat berkonsultasi secara langsung mengenai akses pembiayaan dana bergulir, persyaratan pengajuan, tata kelola usaha, hingga strategi pengembangan bisnis koperasi yang berkelanjutan.

“Kehadiran LPDB Koperasi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat. Kami ingin semakin banyak koperasi dan KDKMP yang memahami akses pembiayaan produktif sehingga mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” kata Krisdianto.

Menurutnya, koperasi juga memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif. Melalui koperasi, para perajin, pelaku kuliner, pelaku fesyen, seniman, dan pelaku usaha lainnya dapat memperluas jaringan usaha, memperkuat akses pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan.

Karena itu, Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi bagian dari Pekan Kreatif Nusantara 2026 dinilai sebagai langkah yang relevan dalam mempertemukan gerakan koperasi dengan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Sinergi ini penting agar kreativitas yang tumbuh di masyarakat dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. Kehadiran pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, komunitas kreatif, perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat dalam satu kegiatan merupakan modal yang sangat baik untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal,” ujarnya.

Krisdianto berharap Pekan Kreatif Nusantara 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu membuka peluang kerja sama usaha, memperluas akses pasar, meningkatkan literasi keuangan, serta mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan koperasi.

“Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antar kota kreatif di Indonesia sehingga pengalaman, inovasi, dan praktik-praktik terbaik yang berkembang di berbagai daerah dapat saling dipelajari dan dikembangkan bersama,” tutup Krisdianto.

Pekan Kreatif Nusantara 2026 berlangsung pada 18–21 Juni 2026 dan menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pameran produk unggulan daerah, festival UMKM, Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, business matching, workshop UMKM cerdas digital, festival literasi keuangan, pagelaran seni budaya, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat luas.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER