Kabar Haji

Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

MONITOR, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan lancar, aman, dan terkendali. Memasuki hari ke-57 operasional haji dan hari ke-15 fase pemulangan, layanan kepulangan kini memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia.

Hingga Selasa (16/6/2026), sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 101.391 jemaah dan 1.042 petugas. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang.

Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di tanah air dengan jumlah 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang.

Untuk pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah, hingga hari ini telah diberangkatkan sebanyak 157 kloter yang terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang.

Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai hari ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini.

“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.

Menurutnya, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah yang saat ini berada di Madinah agar memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses selama proses kepulangan.

“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dengan cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.

Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah di tanah air sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.

Di tengah proses kepulangan, Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, dan mereka yang memerlukan pendampingan selama perjalanan pulang.

Menurut Maria, nilai-nilai persaudaraan yang terbangun selama menjalankan ibadah haji merupakan bagian penting dari warisan spiritual yang perlu terus dijaga hingga kembali ke tanah air.

“Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, semangat persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.

Recent Posts

Kementan Dorong Konsumsi Protein Hewani, Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Usia Dini

MONITOR, Tangerang – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari strategi…

2 jam yang lalu

Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau seluruh peserta, mentor, dan operator penyelenggara magang untuk…

2 jam yang lalu

Bicara di Forum OOC 2026 Kenya, Rokhmin Dahuri Paparkan Visi Ekonomi Biru sebagai Masa Depan Global

MONITOR, Mombasa, Kenya - Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya dalam percaturan pembangunan kelautan dunia melalui kehadiran…

10 jam yang lalu

Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air

MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…

22 jam yang lalu

Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul

MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…

24 jam yang lalu

Kekeringan Meluas, Puan Ingatkan Pemerintah Siaga Air Bersih dan Antisipasi Dampak di Sektor Pangan-Kesehatan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…

1 hari yang lalu