HUMANIORA

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal riset kolaboratif antar perguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026.

Keempat proposal tersebut merupakan hasil program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan detasering dosen dan civitas akademika Prodi PAI FITK UIN Jakarta yang melibatkan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya di wilayah Jabodetabek.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah 1, Asep Saepuddin Jahar, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Prodi PAI FITK dalam membangun budaya riset dan kolaborasi akademik lintas kampus.

“Ini merupakan model gerakan strategis bagaimana program studi mampu memberikan dampak kepada sesama dosen, tidak hanya di lingkungan internal tetapi juga kepada dosen-dosen PTKIS. Para dosen diajak meningkatkan literasi produktivitas dalam menulis dan melakukan riset yang menjadi bagian integral dari tridarma perguruan tinggi,” ujar Asep.

Menurutnya, upaya tersebut layak menjadi contoh bagi program studi lain dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Apresiasi serupa disampaikan Dekan FITK UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah. Ia menilai kegiatan detasering yang berfokus pada peningkatan produktivitas menulis dan riset merupakan program yang inovatif dan memiliki dampak nyata.

“Kerja-kerja akademik yang dilakukan secara sukarela ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM, baik di lingkungan UIN Jakarta maupun PTKIS. Semakin tinggi produktivitas dosen dalam menulis dan meneliti, semakin besar pula kontribusinya terhadap peningkatan mutu institusi,” kata Siti Nurul Azkiyah.

Ketua Prodi PAI FITK UIN Jakarta, Suwendi, menjelaskan bahwa kegiatan detasering dosen telah berlangsung secara rutin sejak 15 Januari 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap Rabu di Kampus UIN Jakarta dengan fokus pada pendampingan riset, penulisan artikel ilmiah, penyusunan buku akademik, serta perolehan hak kekayaan intelektual.

“Semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis dengan modal semangat belajar, menulis, dan meneliti. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti BRIN, kami berhasil menghasilkan sejumlah artikel ilmiah, hak kekayaan intelektual, dan dalam satu bulan terakhir empat proposal riset kolaboratif yang telah disubmit ke BRIN,” ujar Suwendi.

Guru Besar UIN Jakarta itu menambahkan bahwa setiap proposal melibatkan sekitar tujuh peneliti dari berbagai perguruan tinggi, sehingga menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan jejaring akademik antar dosen.

Empat proposal yang diajukan ke kompetisi riset BRIN 2026 mengangkat tema-tema strategis. Pertama, pengembangan model ketahanan psikospiritual berbasis nilai-nilai Islam untuk pencegahan dan penanganan gaming disorder pada siswa di Pulau Pari.

Kedua, pengembangan model PAUDQU Tangguh berbasis integrasi literasi Qurani, numerasi awal, dan pembelajaran sosial emosional untuk memperkuat karakter, resiliensi, dan kesiapan sekolah anak usia dini menuju Indonesia Emas 2045.

Ketiga, penelitian tentang ketahanan publik dalam kehidupan keagamaan komunitas Sunni dan Syiah di Indonesia. Keempat, pengembangan model manajemen mutu terpadu berbasis Total Digital Governance untuk mempercepat terwujudnya perguruan tinggi unggul.

Suwendi berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan Islam untuk terus memperkuat budaya kolaborasi, riset, dan publikasi ilmiah.

“Kami berharap inisiatif ini menjadi pembelajaran berharga dan mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi akademik yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

1 hari yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit untuk Pemilik Usaha Terdampak Bencana

MONITOR, Pidie, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by…

1 hari yang lalu

Pemupukan Berimbang dengan Pureplant Dongkrak Panen Padi hingga 10 Ton per Hektare

MONITOR, Bantul - Produksi padi pada demplot seluas 5 hektare yang dikembangkan Kelompok Tani Lestari…

1 hari yang lalu

Ketiban Berkah, Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang

MONITOR, Semarang - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak…

1 hari yang lalu