PARLEMEN

Pedagang Online Akan Dipajaki, DPR: Jangan Bebani Rakyat yang Sedang Bertahan Hidup

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengkritisi rencana Pemerintah yang akan memungut pajak dari pedagang online melalui platform e-commerce. Ia mengingatkan agar Pemerintah tidak membebani rakyat yang sedang bertahan hidup.

Menurut Mufti, kebijakan ini tidak boleh sekadar dilihat sebagai upaya mengejar penerimaan negara, tetapi harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat yang saat ini sedang bertahan hidup dari sektor digital.

“Jangan jadikan pedagang online sebagai objek pajak baru, sementara mereka sendiri sedang berjuang bertahan hidup,” tegas Mufti, Jumat (10/4/2026).

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan berencana menunjuk platform e-commerce dalam negeri sebagai pemungut pajak atas transaksi penjualan barang oleh merchantyang berjualan di platform. Kebijakan itu akan mulai diterapkan pada kuartal II-2026 jika kinerja ekonomi tumbuh dalam tren positif.

Adapun Pemerintah menetapkan aturan yang mewajibkan penyelenggara platform digital seperti marketplace untuk memungut pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5% dari omzet penjual yang bertransaksi secara daring. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.

Mufti menilai, sebelum menarik pajak, Pemerintah seharusnya membenahi ekosistem e-commerce yang masih timpang. Saat ini, pedagang kecil sudah menghadapi berbagai tekanan, mulai dari potongan platform yang tinggi, persaingan tidak seimbang dengan pemain bermodal besar, hingga biaya logistik dan distribusi yang belum efisien.

“Mereka sudah dipotong platform 20%-30%, ditekan persaingan, sekarang mau dipajaki. Di mana peran negara melindungi mereka?” ujarnya.

Mufti juga mengingatkan, banyak pelaku usaha online adalah masyarakat yang terdorong ke sektor informal akibat terbatasnya lapangan kerja dan gelombang PHK.

“Janji 3 juta lapangan kerja belum juga terwujud. Dalam situasi seperti ini, kebijakan pajak justru berisiko mempersempit ruang gerak masyarakat,” papar Mufti.

“Jangan bebani rakyat yang sedang berusaha bertahan hidup,” imbuhnya.

Mufti menegaskan, Pemerintah harus lebih adil dan proporsional dalam membuat kebijakan.

“Kalau pendekatannya seragam antara usaha besar dan pedagang mikro, ini bukan keadilan, ini bentuk kedzaliman negara terhadap rakyat,” ungkap Mufti.

Karena itu, Anggota Komisi Perdagangan DPR ini meminta Pemerintah tidak terburu-buru menerapkan kebijakan ini. Mufti mendorong Pemerintah melakukan kajian ulang secara menyeluruh.

“Benahi dulu ekosistemnya, intervensi regulasi di e-commerce yang merugikan pedagang mikro, turunkan beban pedagang, hadirkan perlindungan nyata,” terang Legislator dari Dapil Jawa Timur II tersebut.

“Setelah itu, baru bicara pajak secara bertahap dan berkeadilan,” tambah Mufti.

Mufti menutup dengan peringatan tegas untuk Pemerintah memilih, melindungi UMKM atau justru membebani.

“Jangan sampai rakyat yang sudah susah, malah dibunuh oleh kebijakan Negara sendiri,” pungkasnya.

Recent Posts

DPR Semprot BP BUMN Karena Nasib 1.225 Eks Karyawan Merpati Masih Terkatung-katung

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris geram kepada pihak BP…

4 jam yang lalu

Hadapi Lonjakan Harga Plastik, Puan Dorong Penggunaan Kemasan Alternatif dari Bahan Organik

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai lonjakan harga plastik dapat menjadi momentum…

4 jam yang lalu

Waka Komisi X DPR Dorong Sanksi dengan UU TPKS di Kasus FH UI: Jangan Normalisasi Kekerasan Seksual!

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti mendesak pihak Universitas…

4 jam yang lalu

Marak Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Legislator Desak Evaluasi Total Tradisi dan Edukasi UU TPKS

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual di…

5 jam yang lalu

Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat tingginya antusiasme pengguna yang mengoptimalisasi fitur…

5 jam yang lalu

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Perkuat Peran UMKM dalam Rantai Pasok Program Prioritas Nasional

MONITOR, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Lembaga Kebijakan…

6 jam yang lalu