Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Humas Kemenperin)
MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian melalui program kelas industri bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk berhasil meluluskan ratusan siswa vokasi yang siap terjun ke dunia kerja. Sebanyak 111 siswa dinyatakan lulus, dengan sebagian besar langsung terserap di sektor industri manufaktur.
Program yang digagas oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja di tengah dinamika global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor industri pengolahan non-migas tetap menunjukkan ketahanan yang kuat dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari capaian Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 yang berada di level 50,1 atau masih dalam fase ekspansi.
“Industri manufaktur merupakan tulang punggung ekonomi nasional, sehingga perlu terus dijaga daya saingnya, termasuk melalui penguatan SDM,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Data Kemenperin mencatat, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,40 persen dengan kontribusi mencapai 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan IV 2025.
Program kelas industri yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin ini melibatkan kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan industri. Kurikulum disusun berbasis kebutuhan industri, pembelajaran melibatkan praktisi, serta dilengkapi dengan praktik kerja langsung di perusahaan.
Sebanyak 111 lulusan berasal dari dua sekolah vokasi, yakni SMK-SMTI Pontianak (26 siswa) dan SMK-SMTI Padang (85 siswa). Dari jumlah tersebut, 73 siswa langsung direkrut untuk bekerja di Mayora.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi nyata yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Hasil ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah vokasi Kemenperin mampu bersaing dan langsung berkontribusi di dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, pihak Mayora menilai lulusan program ini telah dibekali kompetensi teknis, pengalaman praktik, serta pemahaman budaya kerja industri. Bahkan, sekolah binaan Kemenperin menjadi satu-satunya yang masuk dalam program Mayora Academy dan mendapat kesempatan langsung menjadi karyawan dengan masa percobaan enam bulan.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari turut mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap lulusan dapat terus mengembangkan keterampilan dan memberikan kontribusi nyata bagi industri nasional.
Sebagai upaya berkelanjutan, Kemenperin juga membuka pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 hingga Mei mendatang untuk menjaring calon tenaga kerja industri yang unggul.
Program ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah dan industri dalam menciptakan SDM siap kerja sekaligus memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di kancah global.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan publik sektor industri tetap optimal…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar rapat koordinasi…
MONITOR, SURAKARTA — Inovasi kreatif berbasis teknologi kembali lahir dari kalangan mahasiswa. Melalui produk puzzle interaktif…
MONITOR, Bekasi - Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan bakti sosial…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian terus memperkuat pengelolaan produksi dan pasokan ayam ras nasional sebagai…
Oleh: dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK* Manusia tidak pernah lepas dari aktivitas berbicara. Dalam kehidupan…