NASIONAL

Inovasi Mahasiswa UGM Curi Perhatian di Expo Campuspreneur 2026, Puzzle AR Mandira Heritage Hidupkan Sejarah

MONITOR, SURAKARTA — Inovasi kreatif berbasis teknologi kembali lahir dari kalangan mahasiswa. Melalui produk puzzle interaktif berbasis Augmented Reality (AR), Mandira Heritage sukses mencuri perhatian dalam ajang Expo Campuspreneur 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Perdagangan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide bisnis, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya wirausaha muda yang siap bersaing di pasar domestik maupun global.

Di antara puluhan stan yang dipamerkan, Mandira Heritage tampil unik dengan menghadirkan puzzle miniatur bangunan candi yang terintegrasi teknologi AR. Melalui inovasi ini, pengguna tidak hanya menyusun potongan puzzle, tetapi juga dapat mengakses visual tiga dimensi serta informasi sejarah secara interaktif.

Produk ini merupakan karya mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berawal dari proyek kompetisi kampus dan kini berkembang menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Chief Finance Officer Mandira Heritage, Stefani Adelia, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat masyarakat dalam memahami sejarah secara mendalam.

“Sejarah sering kali hanya menjadi hafalan, bukan pemahaman. Bahkan banyak informasi yang beredar tidak akurat dan cenderung menjadi mitos,” ujarnya.

Salah satu contoh yang diluruskan melalui produk ini adalah anggapan bahwa candi dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat. Menurut Stefani, hal tersebut tidak benar. Candi Nusantara justru dibangun dengan teknik kuncian batu yang presisi, sehingga mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Melalui Mandira Heritage, tim pengembang berupaya menghadirkan sejarah dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami, terutama bagi generasi muda. Selain puzzle, mereka juga menghadirkan produk “Mandira Bricks”, yakni miniatur candi bongkar pasang yang mengangkat kisah sejarah secara naratif.

Beberapa candi yang diangkat dalam produk ini antara lain Candi Gapuro Boko, Candi Banyunibo, hingga Candi Sukuh. Inovasi ini juga bertujuan memperkenalkan situs-situs candi yang kurang populer, namun memiliki nilai sejarah yang tinggi.

“Banyak candi kecil yang memiliki potensi besar, tetapi belum dikenal luas. Kami ingin menghadirkan kembali cerita dan nilai di baliknya,” kata Stefani.

Dengan fitur AR, pengguna cukup memindai bagian tertentu dari puzzle untuk melihat visual bangunan candi dalam bentuk tiga dimensi yang dapat diputar dari berbagai sudut, lengkap dengan penjelasan sejarahnya.

Kehadiran Mandira Heritage dinilai sejalan dengan tujuan program Campuspreneur yang mendorong lahirnya inovasi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui pembinaan dan pengembangan, diharapkan produk seperti ini mampu menjadi peluang usaha yang berdaya saing tinggi.

Expo Campuspreneur 2026 pun menjadi bukti bahwa ide sederhana dari mahasiswa dapat berkembang menjadi inovasi bernilai ekonomi sekaligus edukatif. Mandira Heritage menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali sejarah dan menjadikannya relevan bagi generasi masa kini.

Recent Posts

Kementerian UMKM Optimalkan MBG untuk Dukung UMKM Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pengusaha…

3 jam yang lalu

Lima Satker TNI Raih Predikat WBK, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja

MONITOR, Jakarta — Sebanyak lima Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil meraih…

3 jam yang lalu

Kemenperin Pastikan Layanan Publik Industri Tetap Prima di Era Kerja Fleksibel ASN

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan publik sektor industri tetap optimal…

4 jam yang lalu

Kendalikan Fluktuasi Harga Ayam, Kementan Dorong Asosiasi Jaga Stablitas Harga di Tingkat Peternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar rapat koordinasi…

5 jam yang lalu

Kemenperin Gandeng Mayora, 111 Siswa Kelas Industri Lulus dan Puluhan Langsung Terserap Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian melalui program kelas industri bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk…

6 jam yang lalu

Dharma Pertiwi Gelar Bakti Sosial di Bekasi, Ny. Evi Agus Subiyanto Pimpin Langsung Aksi Kemanusiaan

MONITOR, Bekasi - Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto memimpin langsung kegiatan bakti sosial…

7 jam yang lalu