NASIONAL

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan – Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah progresif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membenahi tata kelola dan penyelenggaraan ibadah haji nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih pada 8 April 2026, yang secara khusus menyoroti berbagai isu strategis sektor haji.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, menilai perhatian Presiden terhadap sektor haji tidak hanya bersifat normatif, melainkan diwujudkan melalui kebijakan konkret dan terobosan strategis yang berdampak langsung bagi jemaah.

“Presiden menunjukkan keseriusan dan keberpihakan yang kuat terhadap perbaikan tata kelola haji. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi jemaah,” ujar Mustolih kepada media, Kamis (9/4/2026).

Salah satu capaian penting adalah keberhasilan menekan ongkos penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 (1447 H) sebesar rata-rata Rp2 juta per jemaah dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah tekanan kenaikan harga energi global akibat dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Presiden juga menegaskan komitmennya untuk tidak membebani jemaah dengan biaya tambahan.

Selain itu, pemerintah terus berupaya memangkas waktu tunggu (waiting list) yang saat ini berada di kisaran 26 tahun, dengan target pengurangan bertahap melalui optimalisasi kebijakan dan diplomasi haji.

Dalam aspek infrastruktur, rencana pembangunan terminal khusus jemaah haji Indonesia di Arab Saudi menjadi salah satu terobosan signifikan. Presiden bahkan telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas Saudi untuk merealisasikan hal tersebut. Kehadiran terminal ini diyakini akan mempercepat mobilitas jemaah yang selama ini bergantung pada dua pintu utama, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.

“Dengan volume jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun, pembangunan terminal khusus merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kualitas layanan,” jelas Mustolih.

Di sektor transportasi udara, Presiden juga menginstruksikan Garuda Indonesia dan Saudia untuk menjajaki kerja sama atau joint venture, termasuk melibatkan Danantara. Langkah ini diambil untuk mengatasi inefisiensi penerbangan haji yang selama ini terjadi, di mana pesawat kerap terbang tanpa penumpang pada salah satu fase perjalanan.

Menurut Komnas Haji, skema kerja sama ini berpotensi besar menekan biaya operasional penerbangan, yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam ongkos haji.

“Selama puluhan tahun, persoalan efisiensi penerbangan haji belum terpecahkan secara optimal. Inisiatif Presiden ini menjadi titik terobosan penting yang patut diapresiasi,” tegas Mustolih.

Lebih lanjut, Komnas Haji juga mencatat dua kebijakan strategis yang sebelumnya telah direalisasikan, yakni pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang terpisah dari Kementerian Agama, serta pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi yang tengah berjalan sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan haji Indonesia.

Komnas Haji menilai, rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan arah baru tata kelola haji nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

“Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis penyelenggaraan haji Indonesia ke depan akan semakin profesional, transparan, dan memberikan kemudahan yang lebih besar bagi seluruh jemaah,” pungkas Mustolih.

Recent Posts

IPW: Mundurnya Aipda Vicky Harus Jadi Bahan Instrospeksi Kapolri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari institusi…

59 menit yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

6 jam yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

7 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

MONITOR, Bekasi – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I…

7 jam yang lalu

Tambang Tumbuh Pesat, Rakyat Tetap Miskin: Sudah saatnya Kita Mengoreksi Arah Kebijakan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks serius dalam pengelolaan…

7 jam yang lalu

Kasetum TNI Buka Rakornisset 2026 di Depok, Tekankan Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan

MONITOR, Depok – Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan resmi membuka Rapat…

8 jam yang lalu