Pengukuhan Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH)
MONITOR, Tangerang – Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 19,8 juta kematian atau 32 persen dari total kematian global pada 2022 disebabkan oleh penyakit ini. Di Indonesia, prevalensinya juga meningkat signifikan menjadi 1,08 persen atau sekitar 2,29 juta kasus pada 2023.
Dalam konteks tersebut, Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K), resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH). Pengukuhan berlangsung di Auditorium FK UPH berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1785/M/KPT.KP/2026.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Kalsifikasi Koroner: Jendela untuk Memahami Penuaan Dinding Arteri Menuju Pencegahan Kardiovaskular Berbasis Risiko”, Prof. Antonia menekankan bahwa kalsifikasi koroner memiliki peran penting dalam mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini.
Menurutnya, kalsifikasi koroner merupakan penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner yang terjadi akibat proses penuaan dan paparan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, serta kolesterol tinggi.
“Kalsifikasi koroner memberikan bukti anatomis nyata dari proses aterosklerosis. Semakin tinggi tingkat kalsifikasi, semakin besar kemungkinan adanya plak yang bermakna secara klinis,” ujar Prof. Antonia.
Ia menjelaskan, keberadaan kalsifikasi dapat menjadi indikator penting bagi tenaga medis untuk melakukan stratifikasi risiko pasien secara lebih akurat. Sebaliknya, ketiadaan kalsifikasi dapat memberikan keyakinan klinis untuk fokus pada modifikasi gaya hidup dan pemantauan rutin.
Prof. Antonia menambahkan, pendekatan ini membuka peluang pencegahan penyakit jantung yang lebih personal dan berbasis risiko individu.
“Pendekatan kalsifikasi koroner memberi dimensi baru dalam pencegahan, terutama pada pasien dengan risiko menengah. Kita tidak lagi hanya bergantung pada faktor risiko konvensional, tetapi juga bukti langsung dari proses aterosklerosis,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti perkembangan teknologi pencitraan dan kecerdasan buatan yang semakin memperkuat pemanfaatan kalsifikasi koroner dalam praktik klinis. Teknologi ini memungkinkan analisis yang lebih akurat, efisien, serta membuka peluang skrining yang lebih luas.
Di Indonesia, pendekatan ini dinilai relevan mengingat tingginya beban penyakit kardiovaskular serta karakteristik populasi seperti usia kejadian yang lebih muda dan tingginya prevalensi merokok.
“Pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan konteks lokal agar memberikan manfaat optimal dalam pencegahan penyakit, baik di tingkat individu maupun populasi,” tambahnya.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut dan berharap Prof. Antonia terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran.
Sementara itu, pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, James T. Riady, menilai Prof. Antonia sebagai sosok akademisi sekaligus dokter yang berdedikasi tinggi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan untuk terus melayani dan memajukan pendidikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pendiri Lippo Group Mochtar Riady yang menilai penambahan Guru Besar menjadi fondasi penting dalam memajukan pendidikan nasional.
Dekan FK UPH Prof. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono menambahkan, pengukuhan ini mencerminkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia.
Pengukuhan Prof. Antonia sebagai Guru Besar menjadi tonggak penting dalam penguatan akademik FK UPH, sekaligus diharapkan mendorong inovasi dalam pencegahan penyakit jantung berbasis teknologi dan riset di masa depan.
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri menyampaikan…
MONITOR, Jakarta – Kawasan Monumen Nasional (Monas) dipenuhi semangat kebersamaan dalam gelaran Bazar Rakyat 2026…
MONITOR, Cirebon – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan intensif terhadap volume lalu…
MONITOR, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pentingnya kedaulatan digital dan perlindungan moral generasi bangsa…
MONITOR, Papua - Komando Operasi (Koops) TNI Papua kembali mencatatkan langkah positif dalam upaya menciptakan…