BISNIS

Maxim Klaim Berhasil Rambah 400 Kota di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Maxim Indonesia mengumumkan telah melampaui kehadiran di 400 kota di Indonesia, menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi berbasis aplikasi mobile dengan perkembangan paling pesat di Indonesia dalam lima tahun terakhir.

Kantor pertama Maxim dibuka di Jakarta pada tahun 2018, dengan menghadirkan layanan sepeda motor (Bike), mobil (Car), dan pengantaran (Delivery). Saat ini, layanan yang tersedia di aplikasi Maxim menawarkan lebih dari enam belas pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna.

Perusahaan berfokus pada pengembangan wilayah dan beroperasi di hampir setiap daerah berpenduduk, guna memastikan akses yang merata terhadap layanan mobilitas modern. Ekspansi ke berbagai daerah turut menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat lokal.

Pertumbuhan jumlah kota ini didukung oleh program “Business with Maxim”, yang memungkinkan para pengusaha untuk meluncurkan layanan Maxim di kota mereka sendiri. Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 250 mitra bisnis yang sukses mengembangkan transportasi daring Maxim secara eksklusif di berbagai wilayah.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami telah melampaui angka 400 kota. Maxim berterima kasih kepada masyarakat Indonesia terutama para pengguna, mitra pengemudi, dan juga mitra bisnis yang telah bersama-sama dengan kami dalam menyediakan layanan transportasi modern menjadi mudah diakses,” ucap Dirhamsyah selaku Direktur Pengembangan Maxim Indonesia.

Keselamatan tetap menjadi bagian penting dari setiap layanan Maxim. Aplikasi dilengkapi dengan fitur-fitur seperti ‘Share Ride’, ‘SOS Button’, dan sistem ‘SIP Call’ untuk komunikasi langsung antara pengemudi dan penumpang di dalam aplikasi. 

Maxim juga menyediakan program perlindungan YPSSI (Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia) yang memberikan kompensasi jika terjadi kecelakaan selama menggunakan layanan Maxim, serta bekerja sama dengan Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat perlindungan bagi mitra dan pengguna.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan perlindungan  yang andal bagi mitra dan pengguna. Oleh karena itu, kami terus menciptakan solusi baru dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perjalanan yang aman dan nyaman,” tambah Dirhamsyah.

Adapun kota ke-400 Maxim saat ini adalah Kota Juwana, Jawa Tengah. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan mobilitas di berbagai daerah. Ke depannya, Maxim akan terus memperluas dan mengembangkan layanannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

Recent Posts

Arus Balik, Rest Area Alternatif RO 2 Palikanci Siap Berikan Pelayanan 24 Jam

MONITOR, Cirebon – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode…

1 jam yang lalu

Kolaborasi Jaga Kelancaran Arus Idulfitri, JTT Apresiasi Pengguna Jalan

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) membagikan bingkisan apresiasi kepada sejumlah pengguna jalan…

4 jam yang lalu

Dokter Spesialis Ungkap Makna Sel Darah Putih: Dari Sistem Imun hingga Nilai Kehidupan

MONITOR, Lebak – Sel darah putih atau leukosit tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh, tetapi…

6 jam yang lalu

Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat dan Ilusi Persatuan Sunni-Syiah

Adriansyah (Ketua Ikatan Keluarga Alumni FISIP UIN Jakarta) Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat…

9 jam yang lalu

Panglima TNI Pimpin Sertijab dan Kenaikan Pangkat 57 Pati, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab), pelantikan…

9 jam yang lalu

Koalisi Sipil: Indonesia Hadapi ‘Darurat Reformasi TNI’

MONITOR, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengkritik wacana revitalisasi internal TNI yang…

11 jam yang lalu