Petugas Call Center Jasa Marga
MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat kualitas pelayanan publik bagi pengguna jalan tol melalui berbagai inovasi layanan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mentransformasikan layanan Call Center Jasa Marga yang semula 14080 menjadi 133, sebagai nomor call center yang lebih singkat, mudah diingat, dan responsif bagi pengguna jalan tol di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa penggunaan nomor 133 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan tol yang membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan.
“Kode akses layanan 133 atau call center dengan nomor 133 akan mempermudah pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat untuk segera menghubungi layanan bantuan. Selain itu, nomor ini lebih mudah diingat karena angkanya yang unik. Dengan nomor tiga digit, layanan menjadi lebih responsif serta memudahkan pengguna jalan dalam mengakses informasi, melaporkan kejadian darurat, maupun meminta bantuan kepada petugas di lapangan,” ujar Rivan.
Melalui transformasi layanan call center tersebut, pengguna jalan tol dapat memperoleh berbagai layanan secara cepat tanggap mulai dari informasi kondisi lalu lintas jalan tol, pelaporan kejadian darurat dan gangguan lalu lintas, permintaan bantuan petugas, hingga penyampaian pengaduan, masukan dan saran untuk peningkatan layanan jalan tol.
Jasa Marga telah mengoperasikan Call Center 14080 sebagai kanal utama layanan informasi dan pengaduan pengguna jalan tol yang terintegrasi untuk seluruh ruas Jasa Marga Group di Indonesia. Berdasarkan data operasional tahun 2025, jumlah rata-rata panggilan per hari yang diterima oleh call center sebanyak 441 interaksi. Sedangkan pada saat akhir pekan, jumlahnya meningkat menjadi 546 panggilan per harinya. Panggilan yang diterima setiap hari tidak hanya berasal dari pengguna jalan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group, namun juga dari ruas tol yang dikelola oleh operator lain.
Kemudian pada periode Lebaran 2025, rata-rata panggilan per hari meningkat signifikan menjadi 838 panggilan dari ruas Jasa Marga dan 232 panggilan dari ruas non-Jasa Marga atau sekitar 27% dari total panggilan. Sementara pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, rata-rata panggilan per hari tercatat 454 panggilan dari ruas Jasa Marga dan 117 panggilan dari ruas non-Jasa Marga atau sekitar 26% dari total panggilan.
Untuk menjaga kualitas layanan publik, Jasa Marga secara konsisten mengikuti penilaian Contact Center Service Excellence Award (CCSEA). Pada tahun 2025, layanan Call Center Jasa Marga berhasil meraih peringkat pertama dengan predikat “Exceptional” dalam kategori Contact Center Public Service, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Rivan menambahkan, bahwa pemilihan nomor 133 juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan pada perangkat telepon maupun smartphone sehingga dapat meminimalkan kesalahan pengetikan. “Nomor 133 dipilih karena lebih mudah ditekan pada keypad telepon maupun smartphone. Angka 1 dan 3 berada di bagian atas keypad sehingga dapat mengurangi potensi kesalahan pengetikan, terutama dalam kondisi darurat. Melalui layanan ini, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan tol menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif,” tutup Rivan.
Dalam penggunaannya, pengguna jalan cukup menekan nomor 133 tanpa menggunakan kode area untuk PSTN (Public Switched Telephone Network) Telkom dan Telkomsel. Sementara untuk provider lainnya perlu menambahkan kode area sebelum menekan nomor 133. Namun aturan penambahan kode area tersebut nantinya akan dihapuskan mulai 1 Juli 2026, sehingga PTSN selain Telkom dan Telkomsel tidak perlu lagi menambahkan kode area untuk dapat menghubungi call center 133.
Setelah tersambung dengan layanan call center, pengguna jalan dapat memilih menu layanan sesuai kebutuhan, dengan ketentuan tombol angka 1 untuk mendapatkan bantuan, tombol angka 2 untuk memperoleh informasi, atau tombol angka 3 untuk layanan pengaduan. Agar mempercepat proses penanganan, pelanggan disarankan menyiapkan beberapa informasi dasar seperti nama pelanggan, nomor telepon, lokasi kejadian, data kendaraan, serta kronologi permasalahan yang dialami.
Jasa Marga berkomitmen untuk terus melakukan transformasi pelayanan publik melalui inovasi layanan yang andal dan adaptif dalam menjawab dinamika kebutuhan pengguna jalan. Dengan berorientasi pada kepuasan pelanggan, Jasa Marga terus memastikan agar masyarakat dapat memperoleh akses informasi dan layanan bantuan secara lebih cepat, mudah, dan responsif. Melalui upaya tersebut, Perseroan optimistis dapat menghadirkan pengalaman perjalanan (customer experience) yang aman, nyaman, dan berkesan di setiap ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group.
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah untuk memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat tata kelola data industri nasional melalui optimalisasi pemanfaatan…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia merupakan prioritas utama dalam setiap…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025…