PEMERINTAHAN

Kemenperin Perkuat Tata Kelola Data Nasional Lewat Optimalisasi SIINas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memperkuat tata kelola data industri nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi pendaftaran SIINas yang diselenggarakan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda kepada pelaku usaha industri serta perwakilan Dinas Perindustrian kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Utara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, keberadaan SIINas memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan industri yang berbasis data dan fakta di lapangan. SIINas merupakan instrumen penting bagi pemerintah dalam memperoleh data industri yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi secara nasional.

“Dengan data yang kuat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk memperkuat daya saing industri nasional serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor manufaktur,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Menperin, partisipasi aktif pelaku industri dalam pelaporan data melalui SIINas juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri nasional. Selain mendukung pengambilan kebijakan yang lebih presisi, data yang terhimpun juga dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi industri daerah, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan industri, hingga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kemenperin melalui BSPJI Samarinda melakukan Sosialisasi pendaftaran SIINas yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (24/2) tersebut diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari pelaku usaha industri dan perwakilan Dinas Perindustrian dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Organisasi Tata Kerja dan Proses (OTPK), Endang Sulamidamish, dengan moderator Haspiadi. Materi yang disampaikan mencakup prosedur pendaftaran SIINas serta penguatan pemahaman terkait mekanisme pelaporan industri.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem standardisasi dan layanan industri sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaporan data industri.

“BSKJI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SIINas sebagai basis data industri nasional. Melalui dukungan unit-unit layanan seperti BSPJI, kami berupaya memastikan bahwa pelaku industri di berbagai daerah memperoleh pendampingan yang memadai dalam proses pelaporan data industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan data industri yang terintegrasi sangat penting dalam mendukung transformasi industri nasional, termasuk dalam penyusunan kebijakan pengembangan industri berbasis wilayah, penguatan rantai pasok industri, serta pengembangan sektor industri prioritas.

Sementara itu, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda, Ransi Pasae menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen BSPJI Samarinda dalam mendukung peningkatan kepatuhan pelaku industri terhadap kewajiban pelaporan data melalui SIINas.

“SIINas merupakan platform digital terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi industri nasional. Untuk mendorong pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam pelaporan data secara berkala, diperlukan pendampingan dari dinas terkait khususnya yang membidangi perindustrian. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami memberikan edukasi dan pemahaman mengenai mekanisme, manfaat, serta pentingnya SIINas bagi pelaku usaha industri maupun pemerintah daerah,” ungkap Ransi.

Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong pelaku industri untuk melakukan pelaporan secara konsisten. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan ketersediaan data industri nasional dapat semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, Kemenperin berharap dapat memperkuat sinergi antara pelaku industri dan pemerintah daerah dalam mendukung sistem pelaporan industri nasional yang lebih efektif. Data industri yang terintegrasi melalui SIINas diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan industri nasional yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Recent Posts

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

7 jam yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

7 jam yang lalu

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

22 jam yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

2 hari yang lalu

Dukung Misi Dagang Gubernur Jawa Timur, CV Intiplant Agro Lestari Optimis Perluas Jaringan Bisnis Internasional di Hong Kong

MONITOR – Langkah strategis untuk membawa produk pertanian unggulan Jawa Timur merajai pasar global kembali…

2 hari yang lalu