PARLEMEN

DPR: Biaya Haji 2026 Berpotensi Berubah akibat Penyesuaian Rute

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Menurutnya, pemerintah memang tetap harus menyiapkan skenario pemberangkatan jemaah haji, namun harus disertai dengan langkah antisipasi jika terjadi perubahan situasi, termasuk kemungkinan perubahan rute penerbangan.

Ia menjelaskan bahwa perubahan rute penerbangan tentu akan berdampak langsung pada biaya operasional penyelenggaraan haji. Maka dari itu, setiap potensi perubahan tersebut perlu dibahas secara matang dan disepakati bersama antara pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan DPR RI.

“Memberangkatkan jemaah tentu tetap harus dilakukan, tetapi harus disiapkan juga skenario antisipasi, misalnya perubahan rute penerbangan. Ketika rute berubah, otomatis pembiayaan juga akan berubah. Perubahan biaya ini tentu perlu pembahasan mendalam dan kesepakatan antara kementerian dan DPR,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Haji dan Umrah RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia juga menyinggung pembahasan terkait kemungkinan perubahan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) apabila terjadi penyesuaian rute penerbangan. Menurutnya, aspek tersebut perlu diperhatikan secara komprehensif agar kebijakan yang diambil tetap memperhatikan berbagai faktor penting.

Selly mengapresiasi sejumlah prinsip utama yang telah disampaikan pemerintah dalam dokumen pembahasan, seperti keselamatan jemaah sebagai prioritas utama serta pengambilan keputusan dengan pendekatan kehati-hatian (prudential approach). Namun demikian, ia menilai masih ada aspek yang perlu diperkuat, yakni terkait perencanaan keuangan.

“Prinsip keselamatan jemaah tentu menjadi prioritas utama dan saya sepakat dengan pendekatan kehati-hatian. Namun ada hal yang tertinggal, yaitu mengenai aspek keuangan. Jangan sampai kita berbicara tentang keselamatan tetapi anggarannya tidak kita perhatikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap upaya mitigasi risiko dalam penyelenggaraan ibadah haji tentu akan berdampak pada kebutuhan anggaran. Sebab itu, menurutnya, perencanaan keuangan harus menjadi bagian integral dari strategi mitigasi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga mengingatkan bahwa dalam dokumen yang disampaikan pemerintah telah disebutkan bahwa perubahan rute penerbangan berpotensi mempengaruhi pembiayaan penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, pungkasnya, pembahasan terkait kemungkinan perubahan BPIH perlu dilakukan secara transparan dan komprehensif.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

2 hari yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

2 hari yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

3 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

3 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

3 hari yang lalu