PARLEMEN

DPR Usul Pemudik Motor Dialihkan ke Mudik Gratis Demi Tekan Kecelakaan

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menyoroti tingginya angka kecelakaan yang dialami pemudik yang menggunakan sepeda motor. Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah menjelang arus mudik, mengingat kendaraan roda dua masih menjadi moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat.

Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan selama masa mudik didominasi oleh pengguna sepeda motor. Hal tersebut menandakan bahwa aspek keselamatan pemudik roda dua masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara lebih sistematis oleh pemerintah.

“Saya mencatat bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, sekitar 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik dialami oleh pengguna sepeda motor. Angka ini setara dengan sekitar 179.566 pemudik,” ujar Syaiful saat hadir dalam kegiatan Diskusi Dialektika Demokrasi di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia pun memandang, angka kecelakaan ini masih dapat ditekan melalui kebijakan yang tepat. Salah satunya, ungkapnya, dengan memberikan alternatif moda transportasi yang lebih aman bagi masyarakat yang selama ini memilih mudik menggunakan sepeda motor.

Saiful mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk mengkaji langkah-langkah kebijakan guna mengurangi jumlah pemudik sepeda motor. Menurutnya, pembatasan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta menyediakan pilihan transportasi lain.

“Beberapa waktu lalu saya juga menyampaikan kepada Kementerian Perhubungan bahwa masih ada waktu sekitar satu bulan untuk mengkaji kemungkinan pembatasan pemudik menggunakan sepeda motor, dengan catatan pemerintah menyediakan alternatif melalui program mudik gratis,” jelas Legislator dari Fraksi PKB ini.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor memang sangat besar, bahkan bisa mencapai sekitar 24 juta orang. Namun, tuturnya, sebagian dari mereka dapat dialihkan menggunakan moda transportasi yang lebih aman seperti bus atau kereta api, terutama bagi keluarga yang biasanya mudik bersama anak dan pasangan.

“Jika pemudik sepeda motor dapat dikonversi ke moda transportasi yang lebih aman, maka secara otomatis potensi kecelakaan akan menurun,” pungkas Syaiful.

Recent Posts

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Kemenperin Perkuat Ketahanan Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran terhadap…

7 jam yang lalu

KKP Hentikan Sementara Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Morowali

MONITOR, Morowali - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan pemanfaatan ruang laut di…

9 jam yang lalu

Menag: Kerukunan Jadi Prasyarat Utama Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kerukunan dan kondusifitas sebuah bangsa adalah…

9 jam yang lalu

BSPJI Padang Siapkan Sertifikasi Industri Hijau di Sektor Manufaktur

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor manufaktur menuju industri yang berkelanjutan melalui…

10 jam yang lalu

Kemenhaj dan Kemenaker Perkuat Standar Haji, Incar Potensi Rp18 Triliun

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dalam…

12 jam yang lalu

DWP Kemenperin Salurkan 1.030 Paket Tali Kasih Ramadhan 2026

MONITOR, Jakarta - Kegiatan penyaluran Tali Kasih Ramadhan yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP)…

15 jam yang lalu